Soal "Copot Lurah Katangka" di Medsos, Achmad Hasanuddin : Tidak Sesuai Fakta

1 day ago 2

GOWA, SULSEL - Terkait unggahan akun facebook Tahrir Gowa di media sosial, pada 6 hari lalu, Minggu (1/3) "copot Lurah Katangka", dalam postingannya, ​rakyat di Katangka sudah jenuh dengan janji manis pelayanan, faktanya di lapangan nol besar, sejak tahun 2023 masalah banjir dan drainase mampet di jalan Syekh Yusuf 3, serta dia sebutkan juga adanya proyek drainase tahun 2025 yang diduga dikerja asal-asalan.

Selain itu, dia juga senggol bantuan Bedah Rumah BAZNAS untuk warga tidak mampu, justru dipersulit karena urusan administrasi yang tidak kunjung diselesaikan secara proaktif oleh pihak Kelurahan.

Hal itu dipaparkan oleh Tahrir Gowa, dalam postingan statusnya Facebooknya, yang merasa kecewa dengan pelayanan Kelurahan Katangka.

Saat dikonfirmasi, Lurah katangka, Achmad Hasanuddin, terkait tudingannya itu, dia menyampaikan sudah mengetahui tentang adanya postingan tersebut, bahkan dia juga kenal sama orangnya yang buat status itu tanpa konfirmasi sebelumnya.

"Seharusnya sebelum diposting statusnya, koordinasi dulu, tetapi ini, tidak ada konfirmasi, langsung buat status seperti itu, banyak warga yang tanya-tanya juga, kenapa begitu warga ta' saya juga bingung, karena memang begitu karakternya, " ucapnya, kepada INDONESIA SATU.CO.ID, Jumat (6/3/2026)

Achmad juga mengatakan, padahal kalau dia mau bahas, apa yang menjadi kendala, semua itu bisa didiskusikan dengan duduk bersama, supaya jelas titik permasalahannya.

Soal proyek drainase yang dia bilang asal-asalan, itu bukan dari kelurahan yang kerjakan, dari dinas PU, kalaupun ada masyarakat yang mengeluh, pasti kita respon cepat, langsung konfirmasi ke dinas Pekerjaan Umum (PU) dan ada juga tim audit yang memeriksa, apabila ada laporan dari masyarakat, jadi bukan dari kelurahan yang kerja itu proyek drainase.

Tetapi selama ini, tidak ada masyarakat yang datang keluhkan drainase, sementara masalah banjir, sejak tahun 2023 drainase mampet di jalan Syekh Yusuf 3 tidak bisa teratasi, hal itu disebabkan sampah yang bertumpuk sehingga air tergenang di jalan.

"Minggu lalu, saya pernah kerja bakti di ujung jalan Syekh Yusuf 3, dan sampah bertumpuk disitu, setelah diangkat dan dikeruk, air itu mengalir dengan lancar dan tidak tergenang, jadi sampah yang bikin tersumbat, sehingga air meluap ke jalan atau permukiman, " ungkapnya.

Sedangkan bantuan bedah rumah BAZNAS, yang dia keluhkan administrasinya dipersulit, itu sudah kami bawa surat rekomendasinya warga ke BAZNAS, tetapi kendalanya, status lahannya yang tidak jelas, bukan sertifikat. Dia hanya membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)-nya, tidak memiliki sertifikat, jadi secara hukum bukanlah bukti kepemilikan yang kuat. 

"Saya mau membantu, tetapi kalau status kejelasan tanahnya tidak jelas, takutnya nanti bermasalah, jangan sampai warga di sana juga keberatan, karena yang dapat bantuan bedah rumah itu, yang jelas status tanahnya, memiliki sertifikat tanah, supaya tidak menjadi polemik di belakang hari, dan yang tentukan lolos administrasinya atau tidaknya, dia dapat bantuan bedah rumah, dari pihak BAZNAS yang tentukan, bukan dari pihak kelurahan, " tegasnya.

"Jadi apa yang dia bilang, di medsos, tidak sesuai fakta, kami disini tidak menghambat, apalagi mempersulit, makanya dikonfirmasi dulu, dibicarakan baik-baik, duduk bersama, kita bahas supaya jelas permasalahannya, padahal itu orang yang buat status di Facebook, saya suruh datang ke kantor, dianya saja, yang tidak mau datang, " pungkasnya.(Shanty)

Read Entire Article
Masyarakat | | | |