KEDIRI - Ponpes Wali Barokah Kediri kembali menunjukkan kepedulian sosialnya di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Dalam rangka mewujudkan rasa syukur atas limpahan berkah, pondok pesantren ternama di Kediri ini menggelar program tebar ratusan paket sembako bagi warga kurang mampu di sekitar lingkungan pondok. Kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini disambut antusias oleh masyarakat.
Ratusan paket sembako yang terdiri dari kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula dan kue ini didistribusikan langsung oleh para santri dan pengurus pondok pesantren. Penyaluran dilakukan dengan tertib dan penuh kehangatan, memastikan bantuan sampai ke tangan mereka yang benar-benar membutuhkan. Momen Ramadan kali ini menjadi ajang silaturahmi dan penguatan ukhuwah Islamiyah antara pihak pesantren dengan masyarakat.
Ketua Ponpes Wali Barokah, KH Sunarto, menyampaikan bahwa agenda tahunan ini merupakan manifestasi rasa syukur atas kelancaran ibadah di bulan Ramadan yang telah memasuki hari ke-26. Selain menjalankan perintah agama untuk memperbanyak sedekah, kegiatan ini juga bertujuan mempererat tali silaturahmi dengan warga sekitar.
”Ini adalah bentuk rasa syukur kami. Di bulan yang penuh berkah ini, kami ingin berbagi dan peduli kepada masyarakat di sekitar pondok, ” ujar KH Sunarto saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia juga menekankan pentingnya hubungan harmonis antara pihak pesantren dan warga Banjaran. Menurutnya, dukungan masyarakat lokal menjadi kunci utama terciptanya suasana belajar-mengajar yang kondusif.
”Terima kasih atas hubungan baik yang terjalin selama ini. Berkat kerukunan ini, proses belajar di pondok berjalan tertib, aman, lancar, dan barokah, ” imbuhnya.
Pada tahun ini, setidaknya 750 paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, hingga kue kering dibagikan kepada warga yang membutuhkan. KH Sunarto berharap jumlah penerima manfaat dapat terus meningkat di masa mendatang seiring dengan ketersediaan dana bantuan.
”Harapan kami di masa depan jumlah penerima bisa lebih banyak lagi. Saat ini untuk kelurahan Banjaran saja belum semua kategori kurang mampu terlayani sepenuhnya, namun kami terus berupaya maksimal, ” jelasnya.
Salah satu penerima, Sujoko (71), warga Banjaran, mengaku sangat terbantu dengan konsistensi Ponpes Wali Barokah dalam mengadakan bakti sosial ini.
”Saya sudah lima kali menerima bantuan di sini. Isinya sangat lengkap, ada beras, minyak, hingga kue. Tentu ini sangat meringankan beban dapur kami menjelang lebaran, ” ungkap Hariono penuh syukur.
Hal yang sama diungkapkan Tri Wulandari (55) asal Banjaran menyampaikan rasa senangnya. “Senang sekali, setiap tahun di bulan Ramadan selalu ada perhatian dari Pondok Wali Barokah. Ini sangat bermanfaat bagi kami, ” katanya singkat
Kegiatan “Berbagi di Bulan Suci” ini tidak hanya menjadi simbol kedermawanan LDII dan Ponpes Wali Barokah, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa keberadaan pesantren mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang positif bagi lingkungan di sekitarnya.


















































