YAHUKIMO - Kehangatan menyelimuti Kampung Maroku, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Jumat, (27/2/2026). Prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Mobile dari Yonif 5 Marinir tak hanya hadir menjaga perbatasan, namun juga merajut kedekatan dengan warganya melalui kegiatan komunikasi sosial (komsos). Dengan senyum tulus, mereka menyapa warga dari pintu ke pintu, mendengar langsung keluh kesah, dan berbagi cerita. Momen sederhana namun penuh makna ini menjadi jembatan untuk membangun kepercayaan di hati masyarakat.
Lebih dari sekadar dialog, sentuhan kepedulian nyata turut dirasakan. Bantuan bahan pokok disalurkan kepada warga yang membutuhkan, menjadi lambang kehadiran negara yang senantiasa hadir di tengah denyut kehidupan masyarakat Kampung Maroku. Ini bukan sekadar bantuan, melainkan wujud nyata kepedulian yang diharapkan dapat meringankan beban sehari-hari.

Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir, Letkol Marinir T. Pristiyanto, S.E., M.Tr.Opsla., menegaskan bahwa kegiatan komsos adalah denyut nadi dari tugas pengamanan perbatasan mereka.
“Kami tidak hanya menjalankan tugas menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga membangun hubungan harmonis dengan masyarakat. Kegiatan seperti ini menjadi wujud kepedulian sekaligus komitmen kami untuk selalu hadir di tengah rakyat, ” ujar Pristiyanto.
Ia juga tak lupa mengingatkan seluruh prajuritnya untuk selalu menjaga marwah profesionalisme dan kesiapsiagaan dalam setiap langkah pengabdian.
“Saya tekankan kepada setiap prajurit untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan serta mengutamakan prosedur operasional dalam setiap kegiatan, ” tambahnya.
Melalui pendekatan persuasif yang berbalut kepedulian sosial, Satgas Yonif 5 Marinir bertekad menorehkan suasana aman dan kondusif di tanah Yahukimo. Kehadiran mereka di Kampung Maroku bukan hanya tentang menjaga stabilitas wilayah, melainkan tentang memperkuat ikatan kebersamaan, antara TNI dan masyarakat Papua, dalam sebuah harmoni pengabdian yang tulus.
















































