Herman Djide: Data Kuat, Pembangunan Tepat Sasaran di Akar Rumput

1 week ago 6

PANGKEP SULSEL - Penguatan data menjadi kunci utama untuk mempercepat dan mengefektifkan pembangunan di tingkat akar rumput. Data kependudukan, sosial, ekonomi, hingga kondisi lingkungan yang akurat dan mutakhir memungkinkan pemerintah dan pemangku kepentingan merancang program yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan data yang jelas dan terarah, pembangunan tidak lagi bersifat umum, melainkan menyentuh langsung persoalan riil warga di tingkat RT, RW, desa, dan kelurahan.

Melalui basis data yang kuat dan terpadu, kebijakan pembangunan dapat berjalan lebih efisien, transparan, dan berkeadilan. Program bantuan, pemberdayaan UMKM, peningkatan infrastruktur, hingga layanan kesehatan dan pendidikan dapat disalurkan tepat sasaran. Partisipasi aktif masyarakat dalam pendataan juga menjadi faktor penting agar pembangunan tidak hanya cepat terlaksana, tetapi juga berkelanjutan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kalau ingin cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan, data yang diperkuat sebaiknya bukan banyak tapi relevan dan hidup (ter-update). Idealnya mencakup 6 klaster utama berikut:

1️⃣ Data Kependudukan & Sosial

Ini fondasi utama.

Jumlah penduduk per RT/RW/dusun

Usia (balita, usia produktif, lansia)

Pendidikan terakhir

Pekerjaan/mata pencaharian

Data disabilitas

Status perkawinan

👉 Manfaat: tepat sasaran untuk pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, dan tenaga kerja.

2️⃣ Data Kemiskinan & Kerentanan

Bukan sekadar “miskin”, tapi mengapa miskin.

Rumah tidak layak huni

Akses air bersih & sanitasi

Pendapatan per keluarga

Anak putus sekolah

Keluarga rawan pangan

Lansia/keluarga tanpa penopang ekonomi

👉 Manfaat: program bantuan dan pemberdayaan tidak salah sasaran.

3️⃣ Data Ekonomi Lokal & UMKM

Ini mesin penggerak desa/kelurahan.

Jenis usaha warga (tani, nelayan, UMKM, jasa)

Skala usaha (rumahan–menengah)

Produksi per bulan/tahun

Kendala utama (modal, alat, pasar, SDM)

Potensi unggulan lokal

👉 Manfaat: arahkan bantuan, pelatihan, dan akses pasar.

(Ini nyambung dengan pengalaman Anda soal produk olahan & UMKM)

4️⃣ Data Infrastruktur & Lingkungan

Pembangunan fisik harus berbasis fakta.

Jalan (rusak, sedang, baik)

Drainase & rawan banjir

Listrik & jaringan internet

Fasilitas umum (sekolah, posyandu, masjid)

Lahan tidur, rawa, kebun, pesisir

👉 Manfaat: perencanaan infrastruktur lebih adil dan tepat lokasi.

5️⃣ Data Kesehatan Masyarakat

Untuk mencegah, bukan hanya mengobati.

Balita stunting & gizi buruk

Ibu hamil berisiko

Penyakit dominan (ISPA, DBD, hipertensi, dll)

Akses layanan kesehatan

Kepesertaan BPJS

👉 Manfaat: intervensi kesehatan lebih cepat & hemat biaya.

6️⃣ Data Partisipasi & Kelembagaan Warga

Sering dilupakan, padahal penting.

Kelompok tani/nelayan

Majelis taklim, karang taruna

BUMDes/Koperasi

Relawan & tokoh lokal

Tingkat partisipasi musyawarah

👉 Manfaat: pembangunan tidak hanya “proyek”, tapi gerakan bersama.

🔑 Prinsip Penguatan Data (Ini yang sering gagal)

✔ Data by name by address

✔ Update rutin (6–12 bulan)

✔ Satu pintu data (tidak tumpang tindih)

✔ Libatkan RT/RW & kader

✔ Data dipakai untuk keputusan, bukan hanya arsip

Kesimpulan singkat:

Pembangunan cepat bukan karena dana besar, tapi karena data tepat.

Data yang kuat = kebijakan tepat = hasil terasa.

Kalau mau, saya bisa:

Buatkan format pendataan desa/kelurahan

Susun prioritas pembangunan berbasis data

Atau contoh dashboard data sederhana untuk aparat di lapangan

PANGKEP 26 Januari 2026

Herman Djide 

Ketua Dewan Pimpinan Daerah ( DPD ) Jurnalis Nasional Indonesia ( JNI ) Cabang Kabupaten Pangkajene Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan 

Read Entire Article
Masyarakat | | | |