Pasaman — Sebuah permohonan sederhana dari pelosok nagari di Kabupaten Pasaman berbuah respons cepat. Seorang petani lanjut usia yang tengah berjuang melawan sakit, akhirnya bisa bernapas lega setelah harapannya dijawab langsung oleh Bupati Pasaman, Welly Suhery.
Di rumah sederhananya di Ujung Padang, Jorong Petok Timur, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Nurhayeti (69) tak lagi hanya menanti. Petani kelahiran 1957 itu kini memiliki kursi roda yang selama ini sangat ia butuhkan untuk menunjang aktivitasnya.
Beberapa waktu lalu, Nurhayeti mengajukan permohonan bantuan kursi roda kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman. Kondisi kesehatannya yang kian melemah membuatnya kesulitan beraktivitas. Ia juga rutin menjalani cuci darah di RSUD Tuanku Imam Bonjol, yang tentu membutuhkan mobilitas lebih mudah dan aman.
Sebagai petani, Nurhayeti terbiasa bekerja keras di ladang. Namun usia dan penyakit memaksanya lebih banyak beristirahat. Setiap kali hendak berobat, keluarga harus membantu sepenuhnya.
Kabar tentang kondisi Nurhayeti pun sampai ke telinga Bupati Welly Suhery. Tanpa menunggu lama, bantuan segera diproses melalui Badan Amil Zakat Nasional.
Selasa (3/2/2026), Bupati Welly secara langsung menyerahkan bantuan kursi roda tersebut. Karena Nurhayeti masih dalam perawatan, bantuan diterima oleh perwakilan keluarganya di Kantor Bupati Pasaman.
“Begitu kami menerima informasi tentang kondisi Ibu Nurhayeti, langsung kita tindak lanjuti. Pemerintah tidak boleh lambat ketika masyarakat membutuhkan bantuan, apalagi untuk kebutuhan mendesak seperti ini, ” ujar Welly.
Ia menegaskan, bantuan tersebut bukan sekadar fasilitas, melainkan wujud kepedulian dan tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat.
“Warga Pasaman, terutama yang sedang sakit dan kurang mampu, harus tetap mendapatkan perhatian. Semoga kursi roda ini bisa membantu aktivitas Ibu Nurhayeti dan meringankan beban keluarga, ” tambahnya.
Keluarga Nurhayeti pun menyampaikan apresiasi dan rasa haru atas kepedulian tersebut.
“Terima kasih Bapak Bupati, telah membantu dan menjawab keluhan kami, ” ungkap perwakilan keluarga.
Di tengah keterbatasan, perhatian yang cepat dan nyata menjadi bukti bahwa pemerintah hadir hingga ke pelosok nagari—mendengar, merespons, dan menguatkan harapan warganya.


















































