CSR IMIP Bina Kelompok Ecoprint Bahomakmur, Peluang Ekonomi Baru bagi Perempuan

12 hours ago 5

MOROWALI, Sulawesi Tengah– PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya dengan membina Kelompok Ecoprint Wanita Sejahtera di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, yang kini mulai berkembang sebagai usaha ekonomi kreatif bagi para perempuan desa.

Kelompok yang beranggotakan sekitar 15 orang ini terdiri dari ibu rumah tangga, anggota PKK, guru, hingga pelaku usaha kecil. Mereka secara rutin berkumpul di Balai Desa Bahomakmur setiap pekan untuk memproduksi berbagai kerajinan ecoprint, yaitu teknik mencetak motif pada kain menggunakan bahan alami dari dedaunan.

Humas Kelompok Ecoprint Wanita Sejahtera Bahomakmur, Wa Ode Amanah, menjelaskan proses pembuatan ecoprint mengandalkan kreativitas anggota dalam menata pola daun di atas kain sebelum melalui proses pengolahan warna alami.

“Daun-daun kami susun di atas kain yang telah diproses dengan pewarna alami, kemudian dicetak sehingga menghasilkan motif dari urat daun yang unik, ” ujar perempuan yang akrab disapa Rina itu, Senin (16/3/2026).

Beberapa jenis daun yang sering digunakan antara lain daun lanang, daun Afrika, kenikir, ketepeng, mahoni hingga tanaman polong. Setiap jenis daun memiliki karakter warna dan bentuk yang berbeda sehingga menghasilkan motif alami yang khas pada kain.

Menurut Rina, salah satu bahan favorit dalam pembuatan ecoprint adalah daun jati karena mampu menghasilkan gradasi warna yang menarik. Namun bahan tersebut cukup sulit ditemukan di sekitar desa sehingga terkadang harus dicari hingga ke wilayah Kecamatan Bungku Tengah.

Pengembangan kerajinan ecoprint di Bahomakmur bermula dari pelatihan yang difasilitasi tim Corporate Social Responsibility (CSR) IMIP pada Desember 2022. Dalam pelatihan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada potensi ekonomi dari kerajinan berbasis pewarna alami sekaligus teknik pembuatannya.

Pelatihan tersebut menghadirkan Yeni, pengusaha ecoprint dari Griya Anyar Dewata, Bali. Selanjutnya pelatihan lanjutan kembali dilaksanakan pada 23–24 Desember 2023 di Balai Desa Bahomakmur yang juga memberikan edukasi tentang pembuatan eco-enzyme dari bahan organik.

Kelompok Ecoprint Wanita Sejahtera Bahomakmur resmi terbentuk pada Februari 2024. Kemudian pada Juli 2025, para anggota kembali mendapatkan pelatihan manajemen keuangan untuk membantu menentukan harga produk secara lebih terstruktur.

Saat ini kelompok tersebut telah memproduksi berbagai kerajinan seperti kain katun, sutra dan linen bermotif ecoprint, pashmina, kaus, topi, tas hingga bantal leher dan tumbler stainless. Produk-produk tersebut dipasarkan dengan harga mulai dari Rp150 ribu hingga Rp700 ribu, tergantung bahan dan jenisnya.

Sejumlah karya mereka bahkan telah dipasarkan sebagai cenderamata bagi perusahaan yang beroperasi di kawasan industri IMIP. Pada Agustus 2025 lalu, beberapa perusahaan membeli produk seperti tumbler stainless dan topi batik ecoprint dari kelompok tersebut.

Rina berharap pemasaran produk ecoprint ke depan dapat semakin luas, termasuk peluang kerja sama dengan berbagai perusahaan di kawasan industri tersebut.

“Harapannya nanti produk kami juga bisa dipajang di Bandara IMIP sebagai oleh-oleh khas daerah, ” ujarnya.

Selain penjualan langsung, kelompok ini juga aktif mengikuti berbagai pameran yang difasilitasi pemerintah desa dan kecamatan. Salah satunya pameran yang digelar di Balai Desa Bahodopi pada Juli 2025 lalu.

Meski demikian, pengembangan usaha ini masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama kesibukan anggota yang harus membagi waktu antara kegiatan kelompok, pekerjaan, serta aktivitas PKK.

“Kami masih kesulitan membagi waktu karena banyak kegiatan ibu-ibu, ” ujar Fitria, salah satu anggota kelompok.

Ke depan, kelompok tersebut berencana memperkuat pembukuan keuangan serta meningkatkan kapasitas produksi. Mereka juga telah mengajukan bantuan peralatan produksi seperti kompor gas, tabung elpiji, serta mesin jahit dan obras kepada pihak CSR IMIP.

Dengan dukungan perusahaan dan semangat gotong royong para anggotanya, kerajinan ecoprint di Bahomakmur diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |