Universitas Mercu Buana dan Ubhara Jaya Dorong Efisiensi Energi di PT SHACMAN

1 day ago 9

JAKARTA — Program Studi Teknik Industri Universitas Mercu Buana bekerja sama dengan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk Pelatihan Manajemen Energi di Industri bagi karyawan PT SHACMAN di Cakung, Jakarta Timur, pada 28 - 29 April 2026. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam mengenali pemborosan energi dan menerapkan praktik efisiensi pada proses produksi serta operasional perusahaan.

Pelatihan dipimpin oleh Dr. Alfa Firdaus, ST., MT., bersama tim dosen yang terdiri atas Dimas Novrisal, ST., MT., Dr. Ir. Hendri, MT., Dr. Nanang Ruhkyat, MT., dan Selamet Riadi, ST., MT. Kegiatan turut melibatkan mahasiswa serta didukung oleh mitra akademik dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya yang diketuai Dr. Dede Rukmayadi, MT.

PT SHACMAN merupakan perusahaan manufaktur kendaraan berat dan peralatan pendukung yang menggunakan beragam mesin produksi dengan konsumsi energi relatif tinggi. Energi listrik dan bahan bakar menjadi komponen penting dalam kegiatan perusahaan. Karena itu, penggunaan mesin yang tidak optimal, kurangnya pemantauan konsumsi, dan kebiasaan kerja yang belum hemat energi dapat berdampak pada peningkatan biaya operasional serta efisiensi produksi.

Ketua tim pelaksana, Dr. Alfa Firdaus, mengatakan pengelolaan energi perlu dipahami sebagai bagian dari kegiatan operasional sehari-hari, bukan hanya sebagai kebijakan pada tingkat manajemen.

“Efisiensi energi bukan sekadar mematikan mesin atau peralatan saat tidak digunakan. Karyawan perlu memahami di titik mana energi terbuang, bagaimana penggunaannya dipantau, serta langkah perbaikan yang dapat diterapkan secara konsisten di lini produksi, ” kata Alfa.

Materi pelatihan mencakup konsep dasar manajemen energi, identifikasi penggunaan energi, analisis sumber pemborosan, teknik pengendalian konsumsi, serta penerapan praktik efisiensi pada mesin, peralatan, dan fasilitas produksi. Penyampaian materi dilengkapi dengan diskusi, studi kasus, serta simulasi sederhana agar peserta dapat menghubungkan konsep yang dipelajari dengan kondisi operasional di tempat kerja.

Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mengetahui pentingnya penghematan, tetapi juga mampu mengenali peluang perbaikan di unit masing-masing. Beberapa langkah yang didorong meliputi pemantauan konsumsi energi, penggunaan peralatan sesuai kebutuhan, pengurangan waktu operasi tanpa beban, serta pembentukan kebiasaan kerja yang lebih disiplin.

Dr. Dede Rukmayadi menilai kolaborasi perguruan tinggi dan industri penting untuk memastikan pengetahuan akademik dapat diterapkan dalam penyelesaian persoalan nyata di lapangan.

“Kerja sama ini mempertemukan kompetensi akademik dengan kebutuhan nyata industri. Kami berharap pendampingan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat berlanjut melalui evaluasi, pemantauan, dan penguatan sistem manajemen energi perusahaan, ” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendorong pengembangan sistem manajemen energi yang lebih terintegrasi. Sistem tersebut diharapkan membantu perusahaan memantau penggunaan energi, mengidentifikasi sumber pemborosan, menetapkan tindakan perbaikan, dan mengevaluasi hasil penghematan secara berkala.

Dalam laporan kegiatan disebutkan bahwa sebagian besar dari sekitar 100 karyawan PT SHACMAN bekerja pada bagian produksi dan operasional. Namun, laporan tidak mencantumkan jumlah peserta aktual yang hadir dalam pelatihan. Karena itu, kegiatan difokuskan kepada karyawan yang berkaitan langsung dengan penggunaan mesin, fasilitas, dan energi dalam proses kerja.

Sebagai bagian dari keberlanjutan program, tim pelaksana menyerahkan materi dan modul Pelatihan Manajemen Energi di Industri kepada pihak PT SHACMAN. Serah terima tercatat pada 29 April 2026 dan diterima oleh Ir. M. Riyanto dari Divisi Produksi dan ASS.

“Materi dan modul yang diserahkan dapat menjadi acuan bagi tim produksi untuk membangun kebiasaan kerja yang lebih hemat energi, terarah, dan dapat dievaluasi dari waktu ke waktu, ” kata M. Riyanto.

Pelaksanaan kegiatan sempat mengalami penyesuaian akibat sistem kerja bergilir atau shift karyawan. Jadwal pelatihan dilaporkan tertunda sekitar dua minggu. Meski demikian, koordinasi antara Universitas Mercu Buana, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, dan pihak PT SHACMAN membuat rangkaian kegiatan tetap dapat dilaksanakan.

Dokumentasi video kegiatan telah selesai dibuat dan dipublikasikan sebagai media pembelajaran bagi karyawan, khususnya di lini produksi. Sementara itu, publikasi media massa dan penyusunan luaran Hak Kekayaan Intelektual berupa modul pelatihan masih dalam proses penyelesaian.

Program tersebut mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya energi bersih dan terjangkau, penguatan industri dan inovasi, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Tim pelaksana berharap praktik manajemen energi dapat diterapkan secara konsisten sehingga perusahaan mampu menekan pemborosan, meningkatkan produktivitas, dan membangun budaya industri yang lebih berkelanjutan. (PERS)

Read Entire Article
Masyarakat | | | |