Cilacap – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Nusakambangan terus memperkuat dukungan terhadap proses reintegrasi sosial klien pemasyarakatan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan asesmen calon penerima bantuan sosial Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Semester II Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial melalui Sentra Satria Baturraden.
Kegiatan asesmen dilaksanakan di Bapas Kelas II Nusakambangan dengan menyasar klien pemasyarakatan yang termasuk dalam kategori korban penyalahgunaan NAPZA dan kelompok rentan sosial ekonomi. Asesmen menjadi tahapan penting untuk memperoleh gambaran kondisi dan kebutuhan klien sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kelayakan penerima bantuan sosial melalui Program ATENSI.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak empat petugas Sentra Satria Baturraden melakukan asesmen terhadap tujuh klien Bapas Nusakambangan. Dari jumlah tersebut, tiga klien merupakan klien dengan latar belakang penyalahgunaan NAPZA, sedangkan empat klien lainnya termasuk dalam kelompok rentan sosial ekonomi.
Seluruh klien yang mengikuti asesmen tercatat berada pada desil 1–5, sehingga proses asesmen dilakukan untuk menggali kondisi sosial dan ekonomi secara lebih menyeluruh. Petugas melakukan penggalian informasi terkait kondisi, kebutuhan, serta situasi yang dihadapi klien sebagai bagian dari proses penentuan bentuk dukungan yang sesuai.
Bagi Bapas Nusakambangan, keterlibatan dalam proses asesmen tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan klien mendapatkan akses terhadap dukungan sosial yang dibutuhkan. Bantuan sosial diharapkan dapat menjadi salah satu faktor pendukung bagi klien dalam menjalani kehidupan di tengah masyarakat serta membangun kemandirian setelah mengikuti program pembimbingan.
Kolaborasi antara Bapas Nusakambangan dengan Kementerian Sosial melalui Sentra Satria Baturraden juga menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan reintegrasi sosial. Permasalahan yang dihadapi klien tidak selalu dapat diselesaikan melalui pembimbingan saja, tetapi membutuhkan dukungan sosial dan pemberdayaan yang sesuai dengan kondisi masing-masing individu.
Melalui asesmen yang dilakukan secara terarah, diharapkan bantuan yang nantinya diberikan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi klien. Dukungan tersebut diharapkan mampu membantu klien memenuhi kebutuhan dasar, meningkatkan keberfungsian sosial, serta mendorong mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan produktif.
Bapas Kelas II Nusakambangan berkomitmen untuk terus membuka akses dan membangun jejaring dengan berbagai instansi dalam rangka memberikan layanan pembimbingan yang komprehensif. Pendampingan bukan hanya tentang mengawasi, tetapi juga memastikan klien memiliki kesempatan dan dukungan untuk bangkit serta kembali berdaya di tengah masyarakat.
Kegiatan asesmen berlangsung dengan baik dan lancar. Melalui sinergi Bapas Nusakambangan dan Sentra Satria Baturraden, diharapkan Program ATENSI Semester II Tahun 2026 dapat memberikan manfaat bagi klien yang membutuhkan sekaligus memperkuat proses reintegrasi sosial secara berkelanjutan.

8 hours ago
4

















































