Pelatihan Lean Manufacturing Universitas Mercu Buana–Universiti Kebangsaan Malaysia Perkuat Efisiensi CV Green Zone Herbal

1 day ago 8

Tangerang — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Kerja Sama Luar Negeri (PKM-KLN) Universitas Mercu Buana (UMB) bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) menggelar pelatihan identifikasi pemborosan berbasis Lean Manufacturing di CV Green Zone Herbal, Kabupaten Tangerang, Banten.

Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni survei dan observasi lapangan pada 2 April 2026 serta pelatihan pada 4 April 2026. Program tersebut melibatkan tim dosen yang terdiri atas Ir. Muhammad Kholil, M.T., Ph.D., IPU., Dr. Ir. Hasbullah, M.T., dan Dr. Ir. Hendri, M.T.

Program bertajuk Waste Identification Training to Improve Production Efficiency Using Lean Manufacturing at CV Green Zone Herbal itu merupakan bagian dari kolaborasi internasional UMB dan UKM dalam bidang produktivitas, kualitas, rantai pasok, serta keberlanjutan industri. Prof. Mohd Nizam Ab Rahman bertindak sebagai ketua tim mitra dari UKM.

Ketua Tim PKM-KLN, Ir. Muhammad Kholil, M.T., Ph.D., IPU., mengatakan kegiatan dirancang untuk membantu perusahaan mengidentifikasi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat standardisasi proses produksi.

“Program ini tidak berhenti pada pengenalan teori lean. Kami memulainya dengan survei lapangan, mengidentifikasi potensi pemborosan, kemudian memberikan pelatihan serta pendampingan dalam penyusunan manajemen visual, prosedur kerja, dan sistem audit. Tujuannya agar perbaikan dapat diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan, ” kata Muhammad Kholil.

Berdasarkan hasil observasi awal, CV Green Zone Herbal telah menerapkan sejumlah praktik dasar lean. Namun, penerapannya masih memerlukan penguatan, terutama dalam penataan fasilitas, penyimpanan bahan baku dan peralatan, standardisasi alur kerja, manajemen visual, serta mekanisme audit internal.

Pelatihan dilaksanakan secara hibrida. Para pekerja CV Green Zone Herbal mengikuti kegiatan secara langsung, sedangkan pekerja industri yang juga tercatat sebagai mahasiswa program sarjana dan pascasarjana Teknik Industri serta SIGILL Universitas Mercu Buana mengikuti kegiatan secara daring.

Materi pelatihan mencakup penguatan kedisiplinan dan konsistensi atau Shitsuke, standardisasi melalui Seiketsu, penyusunan prosedur operasional standar, pengembangan manajemen visual, penerapan perbaikan berkelanjutan atau Kaizen, serta evaluasi menggunakan daftar periksa dan sistem penilaian audit lean.

Anggota Tim PKM-KLN, Dr. Ir. Hendri, M.T., menjelaskan bahwa kemampuan mengenali pemborosan harus dimiliki oleh setiap pekerja yang terlibat dalam proses produksi.

“Kunci Lean Manufacturing adalah kemampuan melihat aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. Ketika operator mampu mengenali waktu tunggu, gerakan yang tidak diperlukan, persediaan berlebih, proses yang tidak efektif, hingga potensi produk cacat, perusahaan memiliki dasar yang lebih kuat untuk meningkatkan produktivitas dan menekan biaya, ” ujar Hendri.

Selain penyampaian materi, peserta memperoleh pendampingan langsung dalam penataan tempat kerja. Kegiatan tersebut meliputi penyempurnaan tata letak, pelabelan bahan dan peralatan, pengaturan alur material, pengembangan manajemen visual, penyusunan SOP berbasis Seiketsu, serta simulasi audit untuk mengukur konsistensi penerapan prinsip lean.

Prof. Mohd Nizam Ab Rahman menilai kolaborasi internasional dalam kegiatan pengabdian masyarakat dapat mempercepat proses pertukaran pengetahuan dan penerapan praktik industri yang lebih baik.

“Kolaborasi lintas negara ini menghubungkan pengetahuan akademik dengan persoalan nyata yang dihadapi industri. Praktik baik internasional perlu diterjemahkan menjadi sistem kerja yang sederhana, terukur, mudah dijalankan, dan dapat dipertahankan oleh perusahaan, ” tutur Mohd Nizam.

Perwakilan manajemen CV Green Zone Herbal menyambut positif pelaksanaan pelatihan tersebut. Pendampingan dinilai membantu perusahaan mengidentifikasi bagian-bagian proses produksi yang masih perlu diperbaiki dan distandarkan.

“Pelatihan ini membantu kami melihat secara lebih terstruktur area yang perlu diperbaiki, mulai dari penataan alat, pelabelan, alur material, hingga kedisiplinan dalam menjalankan SOP. Kami berharap perbaikan ini menjadi budaya kerja sehari-hari, bukan hanya diterapkan selama kegiatan berlangsung, ” ungkap perwakilan manajemen CV Green Zone Herbal.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep lean tingkat lanjut, khususnya Seiketsu dan Shitsuke. Perbaikan juga terlihat pada penataan tempat kerja, sistem pelabelan, kontrol visual, kemampuan mengidentifikasi inefisiensi, serta mulai diterapkannya sistem audit lean secara terstruktur.

Evaluasi berbasis kuesioner menggunakan skala Likert menunjukkan seluruh peserta menempatkan aspek kebutuhan program pada kategori “sangat penting”. Seluruh indikator pelaksanaan juga memperoleh penilaian pada kategori “sangat puas”, yang menunjukkan kesesuaian kuat antara harapan peserta dan pelaksanaan kegiatan.

Program tersebut juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi melalui kolaborasi antara kampus dan mitra industri. Kegiatan turut berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, inovasi industri, serta produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab.

Selain menghasilkan modul pelatihan, instrumen audit, SOP, dan dokumentasi implementasi, kegiatan ini diharapkan menjadi model penerapan Lean Manufacturing yang dapat direplikasi oleh usaha kecil dan menengah lainnya. Program juga diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas usaha, dan daya saing industri berkelanjutan. (PERS)

Read Entire Article
Masyarakat | | | |