Koramil 0511/Pusakanagara Dampingi Penyampaian Aspirasi Petani Terkait Kekurangan Air Irigasi di Salam Darma Kiri

12 hours ago 2

SUBANG – Babinsa Desa Sukadana Serka Jeni Kurniawan dan Babinsa Desa Jatireja Sertu Suheri menghadiri penyampaian aspirasi petani terkait kekurangan pasokan air irigasi di Saluran Salam Darma Kiri, Senin (3/8/2026).

Kegiatan berlangsung di Kantor Perum Jasa Tirta Salam Darma, Kampung Pulosari RT 06 RW 02, Desa Kiarasari, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pertemuan digelar untuk mencari solusi terhadap berkurangnya debit air yang berdampak pada pengairan lahan pertanian.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pengamat 4 Tarum Timur Pupung, Pengamat Binong Erik, Kepala Desa Sukadana Darwin, Sekretaris Desa Jatimulya Ego, Kepala Desa Bojongkeding H. Herman, dan Kepala Desa Bojonegara Suraden.

Turut hadir perwakilan kelompok tani dari Desa Bojongkeding, Bojonegara, Jatimulya, Sukatani, Sukadana, dan Jatireja. Para petani menyampaikan kondisi lahan serta kebutuhan air yang harus segera dipenuhi agar proses tanam dan pertumbuhan tanaman tidak terganggu.

Dalam forum tersebut, peserta meminta pihak pengelola irigasi mengoptimalkan pengaturan dan distribusi air di Saluran Salam Darma Kiri. Koordinasi antardesa juga dinilai penting agar pembagian air dapat dilakukan secara adil sesuai kondisi dan kebutuhan lahan pertanian.

Babinsa Desa Sukadana, Serka Jeni Kurniawan, mengatakan bahwa kehadiran Babinsa merupakan bentuk pendampingan terhadap masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara tertib dan konstruktif.

“Kami hadir untuk mendampingi para petani sekaligus membantu menjembatani komunikasi dengan pengelola irigasi. Permasalahan ini perlu diselesaikan melalui koordinasi yang baik agar kebutuhan air bagi lahan pertanian dapat segera terpenuhi, ” ujar Serka Jeni Kurniawan.

Sertu Suheri menambahkan bahwa ketersediaan air sangat menentukan keberhasilan kegiatan pertanian, mulai dari pengolahan lahan hingga masa panen.

“Kami berharap ada langkah konkret dalam pengaturan debit dan jadwal distribusi air. Jangan sampai kekurangan pasokan air menghambat masa tanam atau menurunkan produktivitas pertanian masyarakat, ” katanya.

Salah seorang perwakilan kelompok tani menyampaikan bahwa debit air yang berkurang telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani, terutama bagi lahan yang berada jauh dari saluran utama.

“Kami berharap pasokan air segera ditingkatkan dan pembagiannya diatur dengan baik. Air sangat dibutuhkan untuk menjaga tanaman tetap tumbuh sehingga petani terhindar dari risiko gagal tanam maupun gagal panen, ” ungkapnya.

Pengamat 4 Tarum Timur, Pupung, menyampaikan bahwa aspirasi dan kondisi yang disampaikan para petani menjadi bahan untuk memperkuat koordinasi dalam pengelolaan jaringan irigasi.

“Masukan dari pemerintah desa dan kelompok tani akan menjadi perhatian bersama. Kami berharap komunikasi terus dilakukan sehingga pengaturan distribusi air dapat disesuaikan dengan kondisi saluran dan kebutuhan pertanian di lapangan, ” ujarnya.

Danramil 0511/Pusakanagara, Kapten Inf Herry Arfiantono, menegaskan bahwa jajarannya akan terus mendampingi masyarakat dalam mencari solusi atas berbagai persoalan pertanian.

“Koramil 0511/Pusakanagara akan terus hadir mendampingi masyarakat, khususnya para petani, dalam setiap upaya mencari solusi atas permasalahan pengairan. Kami berharap seluruh pihak memperkuat koordinasi sehingga distribusi air irigasi dapat berjalan lebih optimal, ” tegasnya.

Menurutnya, sinergi pemerintah, pengelola irigasi, TNI, pemerintah desa, dan kelompok tani sangat penting untuk menjaga produktivitas pertanian, mencegah gagal tanam maupun gagal panen, serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan langkah konkret untuk mengatasi kekurangan air irigasi bagi lahan pertanian di wilayah Kecamatan Compreng dan sekitarnya. (PERS)

Read Entire Article
Masyarakat | | | |