PURWOKERTO — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Purwokerto kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung integrasi sosial melalui program penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bertempat di Aula Bapas Purwokerto pada Kamis (23/7) mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai, Bapas Purwokerto menyalurkan bantuan modal usaha secara langsung kepada Klien Pemasyarakatan guna mendukung kemandirian ekonomi mereka setelah kembali ke masyarakat.
Bantuan kewirausahaan kali ini diberikan kepada Laila, seorang Klien Pemasyarakatan yang berdomisili di daerah Bancarkembar. Paket bantuan yang diserahkan dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan operasional dan melengkapi usaha warung kelontong miliknya, yang meliputi satu unit kompor gas, termos es, gelas plastik, serta beragam variasi jajanan sebagai modal dagangan awal agar usaha tersebut dapat langsung beroperasi.
Kepala Bapas Purwokerto, Nasirudin, menegaskan bahwa pemberian bantuan ini merupakan langkah strategis institusi dalam menekan angka residivisme melalui pendekatan kesejahteraan. "Program pemberdayaan UMKM ini adalah jembatan bagi klien untuk kembali ke tengah masyarakat dengan martabat dan kemandirian finansial. Kami di Bapas Purwokerto berharap bantuan ini tidak sekadar menjadi alat bertahan hidup sementara, melainkan cikal bakal kelangsungan usaha yang mampu berkembang pesat dan memberi manfaat berkelanjutan, " ujar Nasirudin dalam keterangannya.
Keberhasilan program penyaluran bantuan ini tidak terlepas dari peran pembimbingan dan pengawasan kontinyu yang dilakukan oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK). Umi Wakhidah, selaku PK Muda Bapas Purwokerto yang menangani bimbingan terhadap Laila, menyatakan bahwa pemberian bantuan usaha tersebut telah melalui tahapan asesmen kelayakan dan pemantauan perkembangan perilaku yang ketat.
"Laila menunjukkan progres reintegrasi yang sangat positif serta memiliki tekad kuat dan potensi dalam bidang wirausaha. Melalui stimulus bantuan perlengkapan warung kelontong ini, kami optimis klien mampu konsisten membuka lembaran baru yang lebih produktif serta mampu mandiri secara ekonomi di lingkungannya, " jelas Umi Wakhidah.
Mendapatkan sarana prasana dan modal usaha baru, Laila tidak dapat menyembunyikan rasa haru sekaligus antusiasmenya untuk segera memutar roda usahanya. "Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapas Purwokerto, khususnya kepada Ibu Umi yang tidak pernah lelah membimbing saya. Bantuan kompor, termos es, dan macam-macam jajanan ini akan langsung saya gunakan untuk melengkapi warung di Bancarkembar. Ini adalah amanah sekaligus harapan baru bagi masa depan saya dan keluarga, " ungkap Laila.
Sinergi yang terjalin antara bimbingan kemasyarakatan dan bantuan nyata ini diharapkan dapat menjadi inspirasi serta motivasi bagi klien pemasyarakatan lainnya untuk terus berkarya dan hidup mandiri.(Humas Bapas Purwokerto)

9 hours ago
3
















































