PAPUA TENGAH, Nabire — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Jumat (21/8). Kepulan asap dari titik-titik kebakaran tersebut bahkan menyebabkan sebagian wilayah Kota Nabire tertutup kabut asap.
Kondisi kemarau panjang yang masih melanda wilayah Nabire menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Suhu udara yang cukup tinggi serta kondisi lahan yang kering turut memperbesar potensi meluasnya api.
Menyikapi situasi tersebut, jajaran Yonif TP 804/DBAY sejak awal melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan satuan-satuan TNI yang berada di wilayah Nabire. Personel juga melaksanakan siaga perkembangan situasi dan menyiapkan pasukan yang sewaktu-waktu dapat digerakkan untuk membantu penanganan di lapangan.
Informasi mengenai kobaran api yang mulai mendekati permukiman warga diterima dari tim pemadam kebakaran (Damkar) sekitar pukul 15.00 WIT. Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak 70 personel Yonif TP 804/DBAY dipimpin Letda Inf Choirul bergerak menuju Makodim 1705/Nabire untuk mengikuti apel gabungan.
Apel tersebut melibatkan unsur Korem 173/PVB, Denzipur 12/OHH, Kodim 1705/Nabire, serta unsur terkait lainnya. Setelah apel, pasukan bergerak menuju titik kebakaran terbesar di kawasan Jalan Poros, Kampung Waroki, menggunakan dua unit truk personel dan dua unit truk tangki air.
Setibanya di lokasi, tim dari BPBD Provinsi Papua Tengah telah melakukan upaya pemadaman. Personel TNI kemudian segera bergabung membantu proses pemadaman. Dengan sinergi antara TNI dan BPBD, kobaran api di lokasi tersebut berhasil dikendalikan dan dipadamkan.
Namun, upaya penanganan belum berhenti. Tim kembali menerima informasi dari masyarakat mengenai kobaran api di kawasan SP 2 yang mulai mendekati bangunan sekolah.
Setelah menyelesaikan pengisian kembali air, kendaraan tangki langsung dikerahkan menuju lokasi. Personel TNI bersama BPBD Kabupaten dan BPBD Provinsi melakukan tindakan cepat untuk menghentikan laju api agar tidak mencapai bangunan SD.
Berkat respons cepat dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat, kobaran api berhasil dikendalikan sehingga tidak merambat ke bangunan sekolah dan akhirnya dapat dipadamkan.
Upaya pemadaman berlangsung sejak sore hingga malam hari. Sinergi antara BPBD Kabupaten, BPBD Provinsi, dan TNI AD membuahkan hasil positif dengan berhasil meredam penyebaran api sekaligus mengurangi kekhawatiran masyarakat Nabire.
Kepala Kepala Tim yang bertugas dari BPBD Provinsi Papua Tengah, Miko, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI AD atas dukungan yang diberikan dalam penanganan kebakaran.
Ia menilai pengerahan puluhan personel serta dua unit truk tangki air menunjukkan komitmen dan sinergi antarlembaga dalam menghadapi bencana kebakaran di wilayah Papua Tengah.
"Kontribusi TNI AD sangat membantu kami dalam upaya memadamkan api. Sinergi dan kerja sama yang dilakukan ini dapat memperkuat serta meningkatkan keamanan di Provinsi Papua Tengah, " ujar Miko.
Setelah memastikan sejumlah titik api berhasil dipadamkan dan kondisi di lapangan terkendali, personel kembali ke satuan masing-masing. Meski demikian, seluruh jajaran tetap dalam kondisi siaga untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api maupun perkembangan situasi lainnya.
Kesiapsiagaan dan koordinasi lintas instansi akan terus dilakukan guna mencegah meluasnya kebakaran serta memberikan rasa aman kepada masyarakat di Kabupaten Nabire.

15 hours ago
7

















































