Yayasan Syarif Hidayatullah Tegaskan Tak Ada Konflik dengan UIN Jakarta

4 hours ago 2

loading...

Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Siti Nurul Azkiyah (berkacamata) mengatakan, yang terjadi bukan konflik dengan UIN Jakarta tapi pergantian kepengurusan serta dugaan penyimpangan. Foto/Dok. SindoNews

TANGSEL - Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta menegaskan polemik yang terjadi bukan konflik dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta . Yang terjadi adalah persoalan pergantian kepengurusan serta dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana dan aset yayasan.

“Tidak ada perseteruan UIN dengan yayasan. Ini persoalan pergantian kepengurusan dan dugaan penyimpangan yang sedang diproses sesuai hukum,” kata Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Siti Nurul Azkiyah, dalam konferensi pers, Rabu (26/8/2026). Baca juga: UIN Jakarta Alih Kelola TKIP-SDIP Pamulang, Upaya Selamatkan Aset Negara Ratusan Miliar

Yayasan memastikan KBM TKIP-SDIP Pamulang tetap berjalan normal dan pengelolaan keuangan ke depan dilakukan lebih transparan, akuntabel dan amanah. Nurul juga mempersilakan wali murid yang ingin memindahkan anaknya ke Madrasah Pembangunan (MP) tanpa dikenakan uang pangkal karena MP merupakan bagian dari Yayasan Syarif Hidayatullah.

“Anak-anak tidak boleh menjadi korban dinamika kepengurusan. Prioritas kami memastikan pendidikan tetap berjalan dan yayasan dikelola secara amanah,” jelasnya.

Kuasa hukum yayasan, Alwanih, mengatakan dugaan penyimpangan terjadi dalam rentang 2015-2026. Di antaranya dugaan penyalahgunaan wewenang, memperkaya diri, pengeluaran yang tidak wajar, penggunaan dana untuk kepentingan pribadi, serta pengadaan melalui vendor yang diduga memiliki kedekatan dengan pengurus saat itu. Baca juga: Kemendikdasmen Jaga Keberlangsungan Pembelajaran di Sekolah Terdampak Bencana NTT

Diduga dana yang diselewengkan mencapai puluhan miliar. Termasuk, kata Alwanih, dugaan aset yayasan diagunkan ke bank tanpa persetujuan UIN Jakarta. Seluruh dugaan tersebut diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk dibuktikan.

Alwanih menambahkan, dugaan persoalan tata kelola tersebut berdampak pada pengembangan sekolah. Biaya SPP dan uang pangkal TKIP-SDIP Pamulang disebut sekitar dua kali lipat dibandingkan MP, namun peningkatan fasilitas dan kesejahteraan guru dinilai belum sebanding.

(poe)

Read Entire Article
Masyarakat | | | |