KUDUS –Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kudus bergerak cepat memacu hilirisasi sektor pertanian modern di balik jeruji besi. Hari ini, Sabtu (13/6/2026), Rutan Kudus resmi memulai proyek pembangunan infrastruktur hijau melalui pelatihan dan praktik langsung pembuatan rangka greenhouse. Kegiatan ini dipusatkan di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) sebagai langkah konkret mendukung akselerasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Proses instalasi dan perakitan struktur fondasi awal ini dipantau secara ketat oleh Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kudus, Rifky Nabris, dengan didampingi oleh jajaran Petugas Pembina Kemandirian, serta melibatkan langsung para Warga Binaan (WB) yang telah terlatih.
Tahap pembuatan rangka ini menjadi krusial karena berfungsi sebagai tulang punggung penopang seluruh sistem smart agriculture yang akan berjalan di dalamnya. Warga binaan diajarkan secara presisi mulai dari teknik pengukuran lahan, kalkulasi beban struktur, hingga penyambungan material rangka agar kokoh menghadapi segala kondisi cuaca.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Rifky Nabris, menjelaskan bahwa pendirian struktur fisik ini merupakan fondasi awal dari target jangka panjang Rutan Kudus dalam memproduksi komoditas pertanian bernilai tinggi.
"Hari ini fokus utama kita adalah akselerasi pembuatan rangka. Struktur bangunan harus benar-benar presisi dan kuat, karena nantinya greenhouse ini akan mengadopsi teknologi hidroponik modern untuk budidaya komoditas premium seperti melon dan semangka. Kontrol lingkungan yang baik dimulai dari kekuatan struktur luarnya, " jelas Rifky di sela-sela peninjauan di lahan SAE.
Pembangunan rangka greenhouse ini dirancang khusus agar dapat dipasangi komponen pelindung seperti insect net 50 mesh dan plastik UV secara optimal. Dengan struktur yang rapat dan kokoh, risiko serangan hama dari luar dapat ditekan hingga ke titik nol tanpa bergantung pada pestisida kimia.
Petugas Pembina Kemandirian Rutan Kudus menambahkan, pelibatan aktif warga binaan dalam pengerjaan teknis konstruksi ini memberikan nilai tambah berupa keahlian pertukangan dan struktural yang aplikatif.
"Para warga binaan tidak hanya belajar cara menanam, tapi sejak hari pertama mereka dibekali skill membangun ekosistem industrinya dari nol. Ini adalah bekal kewirausahaan yang sangat berharga dan kompetitif ketika mereka kembali ke masyarakat nanti, " ungkapnya.
Berkat sinergi yang solid dan pengawasan ketat dari seluruh jajaran petugas, seluruh rangkaian kegiatan pembuatan rangka greenhouse pada hari ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Langkah progresif Rutan Kudus ini mempertegas komitmen instansi dalam menyulap lahan asimilasi menjadi pusat produktivitas pangan yang modern, mandiri, dan berkelanjutan.

4 hours ago
3

















































