TNI di Ujung Papua: Bukan Sekadar Penjaga, Tapi Penggerak Peradaban

8 hours ago 4

PAPUA - Di balik gunung-gunung yang menjulang dan hutan-hutan lebat yang memesona, TNI hadir bukan hanya sebagai penjaga batas, tapi juga penopang harapan dan perubahan. Melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2020, TNI tidak hanya dipanggil untuk menjaga keamanan di Papua, tetapi juga untuk terlibat langsung dalam mempercepat pembangunan dan menjembatani ketimpangan sosial yang telah lama terjadi. Sabtu 5, April 2025.

“Keamanan adalah fondasi kesejahteraan, ” ujar Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Mayjen TNI Lucky Avianto, dalam sebuah pernyataan yang menggema kuat di tengah dinamika Papua yang kompleks.

Misi Kemanusiaan dan Ketangguhan TNI di Tengah Ancaman

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah aksi nyata dari TNI menjadi bukti komitmen mereka terhadap Papua. Salah satunya adalah evakuasi jenazah pilot Glen Malcolm Conning, warga negara Selandia Baru yang menjadi korban kekejaman Kelompok Separatis Bersenjata (KSB), sebelumnya dikenal sebagai OPM. Tanpa diminta, TNI turun tangan atas nama kemanusiaan – sebuah tindakan yang berbicara lebih lantang daripada janji.

Tindakan heroik lainnya adalah pembebasan Kapten Pilot Phillip Mark Mehrtens, pilot Susi Air asal Selandia Baru yang sempat disandera kelompok separatis. Operasi yang berlangsung intens dan penuh risiko tersebut berakhir dengan sukses, menunjukkan profesionalisme dan dedikasi TNI yang luar biasa dalam melindungi siapa pun di Tanah Papua – tanpa melihat asal-usulnya.

Membangun Bukan dengan Senjata, Tapi dengan Sentuhan

Di luar operasi militer, satuan tugas TNI juga aktif menjalankan program sosial dan kemanusiaan: pelayanan kesehatan gratis, renovasi fasilitas pendidikan, pembagian sembako, hingga penyuluhan pertanian. Semua itu merupakan bentuk nyata dukungan TNI terhadap pemerintah daerah dalam membangun pondasi kesejahteraan masyarakat Papua.

“Kami tidak hanya bertugas menumpas ancaman. Tugas kami juga menyentuh hati masyarakat, mendengar mereka, dan membantu mereka bangkit bersama, ” ujar seorang perwira TNI dari Satgas Teritorial.

Membalas Kekerasan dengan Kemanusiaan

Keberadaan kelompok separatis masih menjadi bayang-bayang yang menghambat laju pembangunan. Namun TNI tidak pernah gentar. Mereka menjawab kekerasan dengan kepedulian, dan ancaman dengan perlindungan.

Melalui pendekatan humanis yang dirancang secara strategis dan terstruktur, TNI terus memperkuat jembatan kepercayaan antara negara dan masyarakat Papua mewujudkan harapan bahwa Papua tak hanya dijaga, tapi juga dimajukan.

Autentikasi:

Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono

Read Entire Article
Masyarakat | | | |