loading...
Rabiul Awal ternyata tidak hanya memiliki kaitan dengan kelahiran Rasulullah SAW. Sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam juga terjadi pada bulan ini, termasuk wafatnya Nabi Muhammad SAW. Foto ilustrasi/ist
Rabiul Awal dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad Shallalahu Alaihi Wassalam. Karena itu, bulan ketiga dalam kalender Hijriah ini identik dengan peringatan Maulid Nabi. Namun, Rabiul Awal ternyata tidak hanya memiliki kaitan dengan kelahiran Rasulullah SAW. Sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam juga terjadi pada bulan ini, termasuk wafatnya Nabi Muhammad SAW.
Dalam buku Sejarah Hidup Muhammad, Muhammad Husain Haekal menjelaskan bahwa para ahli sejarah berbeda pendapat mengenai tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sebagian besar menyebut beliau lahir pada Tahun Gajah, sekitar 570 Masehi.
Ibnu Abbas termasuk yang berpendapat bahwa Rasulullah SAW lahir pada Tahun Gajah. Sementara pendapat lain menyebut beliau lahir beberapa tahun sebelum atau sesudah peristiwa tersebut.
Perbedaan pendapat juga terjadi mengenai bulan kelahiran Nabi. Sebagian besar ulama dan ahli sejarah menyebut Rabiul Awal. Namun, ada pula pendapat yang menyebut Muharam, Safar, Rajab, hingga Ramadan.
Baca juga: Kisah Syekh Isa Al-Bayanuni, Jasad Tetap Utuh karena Cinta kepada Rasulullah SAW?
Begitu pula mengenai tanggal kelahirannya. Ada yang menyebut tanggal 2, 8, atau 9 Rabiul Awal. Pendapat yang paling masyhur menyebut Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awal, sebagaimana dinukil dari Ibnu Ishaq dan sejumlah ahli sejarah.
Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma'ad menyebut tidak ada perbedaan pendapat mengenai tempat kelahiran Rasulullah SAW, yakni Kota Mekkah. Mengenai tahunnya, beliau juga menyebut kelahiran Nabi terjadi pada Tahun Gajah.
Menerima Wahyu
Rabiul Awal juga memiliki kaitan dengan perjalanan dakwah Rasulullah SAW. Dalam sejumlah riwayat populer, masa kenabian Nabi Muhammad SAW dimulai ketika beliau berusia 40 tahun setelah menerima wahyu pertama.
Ketika sedang beruzlah di Gua Hira, Malaikat Jibril datang membawa wahyu dan memerintahkan Rasulullah SAW untuk membaca.
"اقْرَأْ" atau "Bacalah!" demikian perintah pertama yang disampaikan Malaikat Jibril.


















































