Rembang – Program pembinaan kemandirian di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rembang terus menunjukkan hasil yang positif. Salah satu program unggulan, yakni produksi tempe oleh warga binaan, kini mengalami peningkatan yang signifikan seiring dengan meningkatnya permintaan dari masyarakat.
Kegiatan produksi tempe yang dilaksanakan oleh warga binaan ini menjadi sarana pembelajaran keterampilan sekaligus pembentukan jiwa kewirausahaan. Dengan memanfaatkan bahan baku berkualitas dan menerapkan proses produksi yang baik, tempe hasil karya warga binaan Rutan Rembang mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan diminati konsumen.
Peningkatan produksi tersebut tidak terlepas dari kerja keras warga binaan yang terlibat langsung dalam setiap tahapan pembuatan tempe, mulai dari pemilihan kedelai, proses perebusan, peragian, hingga pengemasan. Seluruh proses dilakukan di bawah pengawasan petugas guna memastikan kualitas produk tetap terjaga.
Kepala Rutan Rembang menyampaikan bahwa peningkatan produksi tempe ini merupakan bukti keberhasilan program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan. Selain memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.
Melalui program ini, Rutan Rembang berharap warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan yang dapat menjadi modal usaha di masa depan. Dengan meningkatnya produksi tempe, diharapkan semangat kerja dan produktivitas warga binaan semakin tumbuh sehingga tujuan pembinaan pemasyarakatan dapat tercapai secara optimal.
![]()

12 hours ago
4

















































