Momentum HJL–HPRL 2026, KKLR Serukan Persatuan WTL Wujudkan Provinsi Luwu Raya

4 days ago 8

MAKASSAR — Momentum peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) Tahun 2026 dimanfaatkan Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW KKLR) Sulawesi Selatan untuk menyerukan persatuan Wija to Luwu (WTL) dalam mewujudkan cita-cita pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Seruan tersebut mengemuka dalam rapat pengurus KKLR Sulsel yang digelar di Sekretariat KKLR Sulsel, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Sabtu (3/1/2026).

Rapat ini dirangkaikan dengan silaturahmi pengurus serta peresmian penggunaan sekretariat baru KKLR Sulsel yang telah rampung direnovasi.

Rapat dipimpin Ketua BPW KKLR Sulsel Ir. Hasbi Syamsu Ali dan dihadiri jajaran pengurus BPW KKLR Sulsel serta sejumlah pengurus Badan Pengurus Pusat (BPP) KKLR, termasuk Wakil Ketua Umum BPP KKLR Dr. Abd Talib Mustafa yang juga Koordinator Wilayah KKLR Indonesia Timur.

Dalam rapat tersebut, Hasbi menegaskan bahwa HJL dan HPRL memiliki makna historis dan ideologis yang kuat bagi masyarakat Luwu Raya. Karena itu, peringatannya harus menjadi ruang untuk mempererat persatuan dan menyatukan langkah perjuangan.

“Momentum HJL dan HPRL 2026 ini harus kita jadikan sebagai ajang memperkuat persatuan Wija to Luwu. Tanpa persatuan, perjuangan mewujudkan Provinsi Luwu Raya akan sulit kita capai, ” ujar Hasbi, diolansir media resmi KKLR Sulsel.

Menurutnya, persatuan WTL menjadi fondasi utama dalam mendorong agenda besar pembentukan Provinsi Luwu Raya, yang saat ini diarahkan melalui percepatan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah sebagai tahapan awal.

Rapat tersebut juga membahas sejumlah agenda strategis dalam rangkaian HJL–HPRL 2026 yang akan dipusatkan di Kota Palopo pada 19–24 Januari 2026. Di antaranya pelaksanaan Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke-2 Wija to Luwu pada 20 Januari 2026, Pasar Rakyat bekerja sama dengan Universitas Andi Djemma pada 21–22 Januari 2026 di kawasan Istana Kedatuan Luwu, serta ziarah ke Makam Pahlawan Nasional Datu Andi Djemma di Taman Makam Pahlawan (TMP) Makassar pada 19 Januari 2026.

“Rangkaian kegiatan ini bukan hanya peringatan sejarah, tetapi sarana menyatukan energi, memperkuat solidaritas, dan menghidupkan kembali semangat perjuangan Wija to Luwu, ” kata Hasbi.

Hasbi juga mengajak seluruh Wija to Luwu, baik yang bermukim di Sulawesi Selatan maupun di perantauan, untuk turut ambil bagian menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan HJL–HPRL 2026 sebagai bentuk tanggung jawab sejarah bersama.

Rapat pengurus KKLR Sulsel ini menjadi bagian dari konsolidasi internal organisasi dalam mempertegas peran KKLR sebagai wadah pemersatu Wija to Luwu sekaligus penggerak utama perjuangan aspiratif masyarakat Luwu Raya menuju terbentuknya Provinsi Luwu Raya. (*)

Read Entire Article
Masyarakat | | | |