loading...
Kemenekraf/Bekraf mengajak masyarakat Tapanuli Selatan, Sumut mengubah pengalaman menghadapi bencana menjadi karya kreatif melalui fotografi dan storytelling. Foto/Ist
TAPANULI SELATAN - Pemulihan pascabencana tak hanya soal membangun kembali rumah dan infrastruktur. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) mengajak masyarakat Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut), mengubah pengalaman menghadapi bencana menjadi karya kreatif melalui fotografi dan storytelling.
Ajakan tersebut disampaikan melalui program “Cerita Pulih: Pelatihan Fotografi dan Storytelling” yang digelar di Aula Hunian Sementara yang kini menjadi hunian tetap masyarakat Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Kamis (17/9/2026).
Baca juga: Momen Prabowo Sapa Langsung Petugas Pencari Korban Hilang di Tapsel: Terima Kasih Semuanya
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan fisik. Menurutnya, masyarakat juga perlu mendapatkan ruang untuk membangun kembali kreatifitas, dan peluang ekonomi.
“Pemulihan pascabencana bukan hanya membangun kembali, tetapi juga memulihkan semangat, kapasitas, kreatifitas, dan produktifitas masyarakat. Melalui ekonomi kreatif, kita ingin masyarakat tidak hanya menjadi objek cerita, tetapi juga menjadi pencerita dan pencipta. Dari karya-karya kreatif inilah dapat lahir sumber pendapatan serta peluang ekonomi baru bagi masyarakat di daerah,” ujar Teuku Riefky.
Dalam pelatihan ini, peserta dibekali teknik dasar fotografi, penulisan, dan storytelling. Mereka juga diajak menghasilkan karya yang merepresentasikan kondisi serta pengalaman masyarakat Tapanuli Selatan pascabencana.


















































