Keerom – Upaya memperkuat kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan di Tanah Papua terus diwujudkan melalui pembangunan sektor industri berbasis potensi lokal. Salah satu langkah strategis tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Pabrik Pakan Garuda Bumi Papua yang dipimpin langsung oleh Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Mathius Derek Fakhiri, S.I.K., S.H., M.H., di Kampung Yamua, Arso 6, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, Rabu (3/6/2026).
Mewakili Komandan Kodim 1701/Jayapura, Danramil 1701-04/Arso Mayor Inf Basir Ando turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua, pejabat TNI-Polri, termasuk Pamen Ahli Pangdam XVII/Cenderawasih, Kadispers Lanud Silas Papare, serta para bupati dari wilayah penyangga, yakni Kabupaten Keerom, Jayapura, Sarmi, dan Mamberamo Raya.
Pabrik pakan yang dibangun di atas lahan seluas 1, 5 hektare itu dikelola oleh BUMD PT Irian Bakti Mandiri (IBM) dan ditargetkan mulai beroperasi dalam empat bulan ke depan. Fasilitas tersebut diproyeksikan mampu memproduksi sedikitnya 10 ton pakan per hari dengan kebutuhan bahan baku jagung mencapai 650 ton per bulan.
Dalam sambutannya, Gubernur Papua menegaskan bahwa pembangunan pabrik pakan merupakan bagian dari strategi besar untuk menciptakan kemandirian ekonomi daerah yang bertumpu pada potensi sumber daya lokal.
"Papua tidak boleh hanya menjadi penonton di atas kekayaannya sendiri. Hari ini kita meletakkan pondasi harapan agar Papua mampu memproduksi kebutuhannya sendiri, menurunkan biaya pakan bagi peternak, dan meningkatkan kesejahteraan petani jagung di Keerom, " tegas Gubernur.
Menurutnya, keberadaan pabrik tersebut akan menjadi mata rantai penting dalam membangun ekosistem pertanian dan peternakan yang terintegrasi, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Selain menjadi pusat produksi pakan ternak, pabrik ini juga akan dilengkapi laboratorium pengujian kualitas guna memastikan produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan pakan dari luar Papua, baik dari sisi mutu maupun harga.
Kehadiran industri pakan tersebut diharapkan menjadi solusi atas kendala pemasaran yang selama ini dihadapi para petani jagung di Kabupaten Keerom. Dengan tersedianya pasar yang jelas dan berkelanjutan, petani memiliki kepastian dalam penyerapan hasil panen sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka.
Mewakili Dandim 1701/Jayapura, Mayor Inf Basir Ando menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah strategis Pemerintah Provinsi Papua dalam membangun industri pakan berbasis potensi lokal di wilayah Arso.
"Pembangunan pabrik ini bukan sekadar menghadirkan sebuah fasilitas industri, tetapi menjadi simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan di Papua. Potensi jagung di Kabupaten Keerom sangat besar, namun selama ini petani sering menghadapi kendala dalam pemasaran hasil panen. Dengan hadirnya pabrik ini, petani memperoleh kepastian bahwa hasil kerja keras mereka memiliki pasar yang siap menyerap, " ujarnya.
Ia menegaskan bahwa TNI, khususnya Kodim 1701/Jayapura melalui Koramil 1701-04/Arso, siap mendukung keberlangsungan investasi tersebut melalui pendampingan dan pengawalan di lapangan.
"Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Para Babinsa akan turut mendampingi petani jagung guna memastikan ketersediaan bahan baku bagi pabrik tetap terjaga serta mendukung peningkatan produktivitas pertanian masyarakat, " katanya.
Mayor Basir menambahkan, keberhasilan pembangunan sektor ekonomi masyarakat akan berdampak langsung terhadap terciptanya stabilitas keamanan dan kesejahteraan di wilayah.
"Apabila petani semakin sejahtera dan ekonomi lokal tumbuh, maka stabilitas keamanan juga akan semakin kuat. Karena itu, kami berharap seluruh masyarakat Keerom dapat menjaga dan mendukung keberadaan pabrik ini sebagai aset bersama yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang di Tanah Papua, " pungkasnya. (Redaksi Papua)

10 hours ago
1
















































