Ketika Desa dan TNI Menulis Masa Depan Bersama, BSMSS 2026 Resmi Dimulai di Jahiang

7 hours ago 1

Tasikmalaya – Pembangunan sejatinya tidak selalu dimulai dari gedung megah atau proyek bernilai besar. Terkadang, ia lahir dari sebuah jalan desa yang dibangun dengan semangat kebersamaan.

Suasana itulah yang terasa di Aula Serbaguna Desa Jahiang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (5/6/2026), saat program Bakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) Tahun Anggaran 2026 resmi dibuka. Bukan sekadar seremoni tahunan, kegiatan ini menjadi penanda dimulainya kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan secara nyata.

Sejak pagi, berbagai unsur hadir memenuhi aula desa. Mulai dari perwakilan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, jajaran Kodim 0612/Tasikmalaya, Polres Tasikmalaya, Kejaksaan Negeri, Forkopimcam Salawu, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga warga Desa Jahiang yang akan menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan tersebut.

Dalam laporannya, Pasiter Kodim 0612/Tasikmalaya Kapten Inf Tonce Ronal Manurung menjelaskan bahwa program BSMSS tahun ini akan menyasar pembangunan jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 2, 5 meter. Selain sasaran fisik, program juga akan diisi berbagai kegiatan nonfisik berupa pembinaan Bela Negara yang bertujuan memperkuat karakter, wawasan kebangsaan, serta semangat gotong royong masyarakat.

Bagi warga Jahiang, jalan yang akan dibangun bukan hanya jalur penghubung antarwilayah. Lebih dari itu, jalan tersebut menjadi akses bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga mobilitas masyarakat sehari-hari.

Camat Salawu, H. Wawan M. Ridwan, S.IP., M.Si., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pelaksanaan program BSMSS di wilayahnya. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat turut berpartisipasi aktif sehingga pembangunan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat berkelanjutan.

"Program ini bukan hanya milik pemerintah atau TNI, tetapi milik seluruh masyarakat. Karena itu, mari kita dukung bersama dan menjaga hasil pembangunan yang nantinya akan menjadi aset penting bagi warga, " ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., menegaskan bahwa BSMSS merupakan implementasi nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang telah menjadi kekuatan bangsa sejak dahulu.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh alat berat maupun material yang digunakan, tetapi juga oleh semangat kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat.

"Ketika pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat bergerak dalam tujuan yang sama, maka setiap tantangan akan terasa lebih ringan. Jalan yang dibangun mungkin panjangnya hanya 1.500 meter, tetapi manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu yang sangat panjang, " ungkap Dandim.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan BSMSS sebagai ruang kolaborasi dan gotong royong, sehingga hasil pembangunan benar-benar menjadi kebanggaan bersama.

Menariknya, BSMSS 2026 tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik. Berbagai lomba foto, video, dan testimoni juga akan digelar untuk mendokumentasikan proses pembangunan dari sudut pandang masyarakat. Langkah ini menjadi upaya memperlihatkan bahwa pembangunan bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang kebersamaan yang tumbuh selama proses berlangsung.

Mewakili Bupati Tasikmalaya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tasikmalaya, M. Fuad Abdul Aziz, ST., MP., secara resmi membuka kegiatan BSMSS 2026. Dalam sambutannya, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sekaligus menjaga hasil pembangunan yang akan diwujudkan melalui program tersebut.

Ia menekankan bahwa infrastruktur yang baik akan berdampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta membuka akses yang lebih mudah bagi berbagai kebutuhan warga.

"Jalan yang baik akan menghadirkan banyak peluang. Karena itu, setelah dibangun mari kita rawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi berikutnya, " katanya.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan pembukaan juga diisi dengan penyerahan bantuan sembako secara simbolis kepada masyarakat. Setelah rangkaian acara selesai, seluruh tamu undangan bersama-sama meninjau lokasi pembangunan yang akan menjadi sasaran utama BSMSS Tahun Anggaran 2026.

Di tengah derasnya arus modernisasi, semangat gotong royong masih menjadi fondasi yang kokoh bagi pembangunan pedesaan. Melalui BSMSS, Desa Jahiang menunjukkan bahwa kemajuan tidak selalu lahir dari sesuatu yang besar. Kadang, ia berawal dari satu jalan yang dibangun bersama, lalu membawa harapan bagi ribuan langkah yang akan melaluinya.

Karena sesungguhnya, yang sedang dibangun di Jahiang hari ini bukan hanya jalan. Tetapi juga akses menuju masa depan yang lebih baik bagi masyarakatnya.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |