KUDUS - Suasana khusyuk menyelimuti ruang perpustakaan Rutan Kudus pada Kamis (11/06) lalu. Di tengah keterbatasan, semangat spiritual warga binaan pemasyarakatan (WBP) tetap terjaga melalui pelaksanaan kebaktian daring. Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen Rutan Kudus dalam memastikan hak beribadah setiap penghuninya, sebuah aspek fundamental dalam proses pembinaan.
Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kudus, Andi Rahmanto, tak ketinggalan memantau langsung jalannya ibadah yang diikuti oleh empat orang WBP ini. Didampingi Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Rifqi Nabris, dan Kepala Regu Pengamanan, beliau memastikan segala aspek teknis dan kedisiplinan berjalan lancar. Mulai dari kesiapan sarana dan prasarana yang memadai, kestabilan koneksi internet, hingga kepatuhan terhadap tata tertib, semuanya menjadi fokus tinjauan.
Kegiatan kebaktian online ini terselenggara berkat sinergi apik antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah dan Yayasan Bethesda. Melalui platform Zoom Meeting, jarak seolah terhapus, memungkinkan WBP untuk tetap terhubung dengan ajaran agama dan mendapatkan siraman rohani.
“Pemenuhan hak beribadah bagi Warga binaan merupakan komitmen kami. Melalui sinergi dengan Kanwil Ditjenpas Jateng dan Yayasan Bethesda, ibadah daring ini dapat terlaksana dengan aman, tertib, dan khusyuk, ” ujar Karutan Andi Rahmanto, Kamis (11/06).
Kasubsi Yantah Rifqi Nabris menambahkan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian tak terpisahkan dari program pemasyarakatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kebaktian online sebagai sarana vital agar WBP senantiasa berada dalam bimbingan spiritual yang memadai, membekali mereka untuk perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.
“Kami ingin warga binaan terus mendapat siraman rohani. Ini bagian dari proses perubahan perilaku mereka ke arah yang lebih baik, ” jelasnya.
Melalui kegiatan kebaktian online yang rutin dilaksanakan, Rutan Kudus berharap dapat semakin memperkuat program pembinaan kepribadian bagi WBP selama menjalani masa pembinaan di lembaga tersebut. Upaya ini adalah investasi jangka panjang untuk membentuk individu yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat.

16 hours ago
11

















































