Kaki Patah Jelang Terbang, Perjuangan Jemaah Haji asal Tangsel Ini Dikelilingi Orang Berhati Malaikat

1 hour ago 1

loading...

Tsamrotul Fuadah (53), tiba di Makkah, Arab Saudi dengan kursi roda akibat patah tulang usai terjatuh saat pelepasan jemaah haji di Tangerang Selatan, Banten. Foto/Nur Wijaya Kesuma

MAKKAH - Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Peribahasa itu tergambar jelas dari nasib Tsamrotul Fuadah (53) yang harus duduk di kursi roda akibat terjatuh di anak tangga Masjid Islamic Center BSD, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, sesaat usai pelepasan jemaah haji.

Kecelakaan nahas akibat minimnya penerangan pada H-1 keberangkatan itu memaksanya bertolak ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji dengan vonis awal otot robek. Guru sekolah dasar asal Tangerang Selatan ini tak patah arang meski tertatih menahan nyeri membawa luka di kaki kirinya melintasi benua.

Baca juga: Kisah Aysylla, Gadis 15 Tahun Asal Malang yang Kerjakan Ujian Kelulusan MTs di Madinah

Fuadah mengungkapkan hal itu dengan mata berkaca-kaca. Dia menceritakan kisah perjuangannya kepada Tim Media Center Haji PPIH Arab Saudi pascaumrah wajib di Al Hidayah Tower, Makkah.

"Saya kira ini adalah panggilan Allah, kalau dilihat dari kondisi saya saat itu apabila dokter menyatakan tidak memenuhi persyaratan istita'ah, dengan legowo saya akan menerima," tutur Fuadah mengisahkan keteguhannya.

Setibanya di Madinah, hasil rontgen lanjutan justru menunjukkan realitas yang lebih getir karena tulang kakinya divonis patah melingkar tepat di bawah lutut. Perempuan tangguh ini harus rela dibius untuk menjalani operasi selama lima setengah jam sebelum diizinkan meneruskan perjalanan haji.

Baca juga: Penasaran dengan Isi Kakbah? Simak Penjelasannya di Sini!

Masa pemulihan yang menyakitkan di hotel terasa lebih ringan berkat kehadiran teman-teman sekamar berhati malaikat yang luar biasa setia. Tanpa canggung, jemaah lain merawat, meracik obat, hingga mendampingi setiap kebutuhan darurat Tsamrotul.

"Waktu itu memang dengan segala keterbatasan ibu yang nyeri sekali, kami saling membantu untuk bagaimana bisa meringankan nyerinya ibu," ungkap Dian, teman sekamar yang setia mendampingi.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |