Trump: Iran Punya Kesempatan Terakhir untuk Deal atau Dipenggal Kepalanya!

4 hours ago 1

loading...

Presiden AS Donald Trump menyatakan dia memberi kesempatan terakhir kepada Iran untuk membuat kesepakatan atau akan dipenggal kepalanya. Foto/The White House

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Republik Islam Iran memiliki kesempatan terakhir untuk membuat kesepakatan yang baik. Jika tidak, "kepala"-nya akan dipenggal—sebuah isyarat untuk penggulingan rezim.

Trump mengeklaim bahwa negosiasi dengan Iran sedang berlangsung meskipun Teheran membantah terlibat perundingan dengan Washington.

Baca Juga: Media Iran Olok-olok Trump setelah Batal Serang Teheran Besar-besaran

Trump, yang berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada hari Senin, mengatakan dia setuju untuk terus melanjutkan perundingan dengan Iran atas permintaan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan negara-negara lain.

Kementerian Luar Negeri Iran membantah bahwa negosiasi dengan Washington sedang berlangsung, tetapi Trump bersikeras bahwa negosiasi tersebut sedang berlangsung. "Kami sedang berbicara sekarang," katanya.

"Ini adalah kesempatan terakhir bagi mereka untuk menandatangani dokumen yang baik," ujar Trump. "Saya ingin memberi mereka setiap kesempatan terakhir sebelum dipenggal," lanjut dia, seperti dikutip dari AFP, Selasa (4/8/2026).

Perundingan tersebut berfokus pada pembukaan kembali Selat Hormuz, yang menurut Trump dapat terjadi "secara harfiah besok", dan denuklirisasi Iran, yang menurutnya mungkin membutuhkan waktu sedikit.

Washington dan Teheran telah berperang sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran. Upaya diplomasi telah berlangsung secara tidak menentu selama berbulan-bulan dan telah menghasilkan periode yang relatif tenang.

Lebih dari lima bulan kemudian, Iran masih mampu menembakkan rudal dan drone ke target-target AS dan sekutunya di kawasan Timur Tengah dan mempertahankan persediaan uranium yang diperkaya.

Pagi ini, badan keamanan maritim Inggris, UKMTO, mengatakan bahwa sebuah kapal kargo terkena proyektil yang tidak dikenal di Selat Hormuz dekat lepas pantai Oman.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |