ISS Indonesia Dorong Efisiensi Perbankan Melalui Transformasi Workplace Solution

4 hours ago 3

loading...

Banking Connect 2026 bertajuk Building Future-Ready Banking Operations: Lean, Smart and Sustainable. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - ISS Indonesia mendorong industri perbankan memperkuat transformasi workplace solution untuk menciptakan operasional yang lebih efisien, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan regulasi serta digitalisasi. Upaya tersebut dinilai penting bagi sektor perbankan yang menghadapi tuntutan peningkatan produktivitas, kepatuhan, dan kualitas layanan secara bersamaan.

"Perbankan membutuhkan transformasi workplace solution yang mampu mengintegrasikan manusia, proses, dan teknologi. Melalui layanan Integrated Facility Management (IFM) yang berorientasi kepada hasil, ISS Indonesia membantu perbankan melakukan transformasi workplace untuk meningkatkan efisiensi operasional, mendukung kepatuhan terhadap regulasi, serta memperkuat engagement dengan karyawan dan nasabah," ujar Muhammad Sofyan dari ISS Indonesia dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga: Kemnaker Sebut Ekosistem Ketenagakerjaan ISS Indonesia Patut Dicontoh

Pandangan tersebut disampaikan dalam Banking Connect 2026 bertajuk "Building Future-Ready Banking Operations: Lean, Smart and Sustainable". Forum tersebut mempertemukan regulator, asosiasi pengusaha, dan pelaku industri perbankan untuk membahas perkembangan regulasi ketenagakerjaan, pengelolaan tenaga kerja alih daya, serta pemanfaatan teknologi dalam membangun operasional yang efisien dan berkelanjutan.

Forum yang dihadiri lebih dari 40 praktisi perbankan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Andi Awaluddin dari Kementerian Ketenagakerjaan, Myra M. Hanartani dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), serta Norwin Zebua, Vice President Outsourcing Management PT Bank Central Asia Tbk. Pembahasan mencakup kesiapan dunia usaha menghadapi perubahan regulasi hingga pengalaman pengelolaan outsourcing dan kepatuhan operasional di sektor perbankan.

Ketua Komite Regulasi dan Hubungan Kelembagaan Bidang Ketenagakerjaan Apindo Myra M. Hanartani mengatakan dunia usaha menghadapi tantangan berupa peningkatan biaya operasional, dinamika regulasi, serta kebutuhan sumber daya manusia yang sesuai dengan perkembangan industri. Menurut dia, perusahaan perlu menerapkan langkah yang mencakup kepatuhan, persiapan, penyederhanaan proses, peningkatan produktivitas, dan kemampuan beradaptasi agar tetap kompetitif.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |