Agam Perkuat Benteng Pertahanan Bencana: KSB Tanjung Raya Terbentuk

15 hours ago 5

Agam-Pemerintah Kabupaten Agam mengambil langkah proaktif dalam membangun pertahanan masyarakat terhadap ancaman bencana yang mengintai. Kesadaran bahwa bencana bisa datang kapan saja memicu perluasan program kesiapsiagaan hingga ke tingkat nagari melalui pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB). Inisiatif ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata komitmen untuk memastikan keselamatan warganya.

Puncak dari upaya ini adalah pengukuhan KSB Tanjung Raya/Nagari Bayua di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, yang berlangsung khidmat di SD 02 Bayur pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Lebih dari sekadar upacara, kegiatan ini dibarengi dengan pelatihan teknis mendalam dan simulasi Uji Standar Operasional Prosedur (SOP). Tujuannya jelas: membekali masyarakat dengan pengetahuan praktis agar siap bertindak ketika situasi darurat tak terhindarkan.

Pengukuhan ini disahkan oleh Bupati Agam, yang diwakili oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, S.Sos., M.Si. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk perwakilan Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, jajaran Dinas Sosial Kabupaten Agam, Camat Tanjung Raya beserta Forkofimca, walinagari, Bamus, serta tokoh masyarakat seperti ninik mamak, cadiak pandai, alim ulama, PKK, dan tamu undangan lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi yang kuat dalam upaya penanggulangan bencana.

Memiliki karakteristik geografis yang beragam, Kabupaten Agam rentan terhadap berbagai jenis bencana, mulai dari banjir bandang, tanah longsor yang mengancam perbukitan, angin puting beliung yang merusak, hingga potensi erupsi gunung berapi dan ancaman tsunami. Menyadari hal ini, pemerintah menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak bisa hanya bersandar pada respons petugas pasca-kejadian. Kekuatan utama justru harus tumbuh dari komunitas yang paling dekat dengan potensi risiko.

Villa Erdi menekankan urgensi kesiapsiagaan yang dimulai dari akar rumput. “Bencana bisa datang kapan saja. Karena itu kesiapsiagaan harus dimulai dari tingkat paling bawah, yaitu jorong atau nagari, ” ujarnya dengan nada serius.

Melalui KSB, masyarakat didorong untuk memiliki kemampuan preventif, menyelamatkan diri dan orang lain, serta membangun koordinasi efektif sebelum bantuan eksternal tiba. KSB diproyeksikan menjadi benteng pertahanan pertama bagi komunitas ketika situasi darurat melanda.

Dalam sesi pelatihan, sebanyak 60 peserta berkesempatan mendalami aspek teknis dan mempraktikkan simulasi SOP KSB. Simulasi ini menjadi ajang krusial untuk menguji kesiapan dan kelancaran koordinasi antarwarga dalam menghadapi skenario terburuk.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Agam, Azmar, selaku panitia, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kesigapan masyarakat. Ia menambahkan, “Masyarakat perlu memiliki kemampuan mengurangi risiko bencana secara kreatif, inovatif, dan terencana.” Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun sistem kesiapsiagaan yang proaktif, bukan reaktif.

Paradigma pencegahan dan pengurangan risiko bencana menjadi fokus utama. “Mencegah dan mengurangi risiko jauh lebih penting daripada hanya bergerak setelah korban dan kerugian terjadi, ” tegas Azmar, menggarisbawahi pentingnya pendekatan preventif.

KEMENSOS SALURKAN BANTUAN Rp154, 7 JUTA

Penguatan KSB Tanjung Raya juga mendapat dukungan signifikan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Dalam acara tersebut, Kemensos RI menyalurkan bantuan senilai Rp154.772.500 yang didedikasikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas penanggulangan bencana di Kecamatan Tanjung Raya. Perwakilan Kemensos RI, Giantoro, Analis Kebencanaan, mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Agam dan Nagari Bayua. “Keberadaan KSB mampu membuat masyarakat semakin siap dan tanggap ketika menghadapi bencana, ” harap Giantoro.

Dukungan ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga nagari dalam membangun sistem perlindungan masyarakat yang berbasis komunitas.

39 KSB DI SUMATERA BARAT

Dengan pengukuhan KSB Tanjung Raya, kini Sumatera Barat memiliki total 39 Kampung Siaga Bencana. Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Iskandar, yang mewakili Kepala Dinas Sosial Sumbar, menyatakan bahwa KSB berperan vital dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di berbagai wilayah. Bagi Kabupaten Agam, pembentukan KSB bukan sekadar seremoni, melainkan bagian integral dari upaya membangun masyarakat yang mampu mengidentifikasi risiko, mengambil tindakan awal, dan saling mendukung saat bencana melanda.

Villa Erdi berpesan kepada seluruh pengurus KSB yang baru dikukuhkan untuk menjalankan amanah dengan penuh dedikasi.

“Tugas yang diemban adalah misi kemanusiaan. Mari teruskan semangat ‘Siap untuk Selamat’, aktif mengedukasi warga dan menjadi garda terdepan saat darurat, ” pungkasnya.

Pesan ini menggarisbawahi bahwa kesuksesan penanggulangan bencana tidak hanya diukur dari kecepatan respons pemerintah, tetapi juga dari kesiapan masyarakat dalam menghadapi momen-momen krusial di awal bencana.

Melalui pengukuhan KSB, pelatihan intensif, simulasi SOP, dan dukungan finansial dari pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Agam menunjukkan komitmennya yang tak tergoyahkan dalam membangun ketangguhan masyarakat dari tingkat paling dekat dengan warga. Sebab, ketika bencana datang tanpa peringatan, kesiapan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan penyelamat. Dari Tanjung Raya, semangat itu digaungkan kembali: Siap menghadapi bencana, siap melindungi sesama, dan siap untuk selamat., (**).

Read Entire Article
Masyarakat | | | |