SOKARAJA - Semangat kebangsaan dan nilai-nilai luhur Pancasila bergema kuat dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di halaman Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Senin pagi (01/06/2026) pukul 08.30 WIB.
Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.

Kegiatan tersebut diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari perwakilan sekolah, karyawan instansi, kepala desa, organisasi kemasyarakatan, partai politik, Hansip, hingga jajaran kantor pemerintahan di wilayah Kecamatan Sokaraja.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Camat Sokaraja Sunarno, S.H., M.M., sementara petugas paduan suara berasal dari unsur PGRI Sokaraja.

SMP Persada Sokaraja turut ambil bagian dalam upacara tersebut. Kepala SMP Persada, KH. Mohammad Husain, hadir bersama perwakilan siswa sebagai bentuk komitmen sekolah dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan karakter generasi muda.
Menurut KH. Mohammad Husain, tema Hari Lahir Pancasila tahun ini sangat relevan dengan kondisi global dan nasional yang tengah diwarnai berbagai krisis kemanusiaan.
"Pancasila tidak hanya lahir sebagai dasar negara, tetapi harus tumbuh dan berkembang menjadi jati diri, karakter, bahkan kepribadian bangsa. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial harus menjadi perekat kehidupan yang harmonis di tengah berbagai tantangan zaman, " tegasnya kepada awak media di sela kegiatan.
Ia menambahkan, berbagai konflik dan kekerasan yang terjadi di dunia, mulai dari tragedi kemanusiaan di Palestina, ketegangan di kawasan Timur Tengah, hingga perang Rusia-Ukraina, menjadi pengingat pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian yang terkandung dalam Pancasila.
"Sekolah dan pondok pesantren harus menjadi garda terdepan pembentukan karakter, moral, dan akhlakul karimah. Dari lembaga pendidikan lahir agen-agen perubahan yang mampu menjaga persatuan serta membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang damai dan berkeadilan, " ujarnya.
Lebih lanjut, KH. Mohammad Husain mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Pancasila sebagai benteng menghadapi dinamika geopolitik dan berbagai ancaman krisis kemanusiaan.
"Mari jadikan Pancasila sebagai kekuatan moral bangsa. Pancasila adalah perekat persatuan sekaligus obat bagi penyakit kekerasan, penindasan, dan perpecahan yang mengancam kehidupan yang makmur dan sentosa, " tandasnya.
Sementara itu, salah satu peserta upacara dari SMP Persada, Zaina Adiba kelas VII B, mengaku bersyukur dapat mengikuti peringatan Hari Lahir Pancasila secara langsung.
"Saya sangat bahagia karena masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila. Upacara berlangsung khidmat meskipun sempat ada sedikit kendala teknis saat pengibaran bendera dan pembacaan UUD 1945. Namun seluruh petugas berusaha maksimal sehingga kegiatan tetap berjalan dengan baik, " ungkapnya.
Zaina menilai Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan alat pemersatu bangsa yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kita harus menjaga toleransi, menghindari perpecahan, dan berlaku adil kepada sesama warga negara. Dengan begitu, perjuangan para pendiri bangsa dalam merumuskan Pancasila akan terus hidup dalam kehidupan masyarakat Indonesia, " katanya.
Di bawah langit Sokaraja yang cerah, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat persatuan. Dari halaman kecamatan hingga ruang-ruang pendidikan, gema Pancasila terus dipancarkan sebagai cahaya yang mempersatukan bangsa dan menginspirasi perdamaian dunia.
(Djarmanto-YF2DOI)

















































