Puskesmas Tiku Luncurkan GERAH KIPAS, Perkuat KB Pasca Persalinan dan Kesehatan Ibu

2 days ago 15

AGAM, Sumbar – Puskesmas Tiku menghadirkan inovasi GERAH KIPAS (Gerakan Cegah Hamil dengan Ber-KB Pasca Nifas) sebagai upaya meningkatkan kesehatan ibu setelah melahirkan sekaligus mendorong penggunaan kontrasepsi pasca persalinan secara tepat dan terencana.

Kepala Puskesmas Tiku sekaligus penggagas inovasi, Ns. Lidia Ira Wati, S.Kep., MKM, mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada pelayanan Keluarga Berencana (KB), tetapi juga mengintegrasikan edukasi senam nifas dan pijat laktasi bagi ibu setelah melahirkan.

“GERAH KIPAS kami hadirkan untuk memberikan pendampingan yang lebih dekat kepada ibu nifas, mulai dari edukasi tentang pilihan kontrasepsi, senam nifas hingga pijat laktasi. Harapannya, ibu dapat menentukan pilihan KB sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatannya, ” ujar Lidia Ira Wati, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, kontrasepsi pasca persalinan merupakan metode kontrasepsi yang dapat digunakan setelah melahirkan, termasuk dalam periode nifas. Program ini menjadi penting karena jarak kehamilan yang terlalu dekat dapat meningkatkan berbagai risiko bagi kesehatan ibu maupun anak.

Puskesmas Tiku juga memberikan perhatian terhadap kondisi 4T, yakni terlalu muda melahirkan, terlalu sering melahirkan, terlalu dekat jarak kelahiran, dan terlalu tua saat melahirkan. Edukasi KB diharapkan dapat membantu keluarga merencanakan kehamilan secara lebih sehat dan aman.

Selain pelayanan kontrasepsi, GERAH KIPAS memberikan pembekalan kepada ibu mengenai manfaat senam nifas untuk membantu pemulihan tubuh setelah melahirkan serta pijat laktasi untuk memberikan kenyamanan dan membantu kelancaran pemberian Air Susu Ibu (ASI).

Program tersebut dikembangkan setelah Puskesmas Tiku melihat masih adanya ibu pasca persalinan yang belum mengikuti program KB, senam nifas maupun pijat laktasi akibat keterbatasan informasi, pengetahuan, dukungan keluarga serta minimnya pendampingan setelah persalinan.

Melalui GERAH KIPAS, tenaga kesehatan melakukan pendekatan yang lebih interaktif dengan memberikan penjelasan mengenai jenis alat kontrasepsi, mekanisme kerja, manfaat dan efek samping, disertai forum konsultasi antara ibu nifas dengan tenaga kesehatan.

“Yang kami dorong adalah ibu memperoleh informasi yang lengkap sehingga dapat mengambil keputusan secara sadar dan sesuai kebutuhan kesehatannya. Dukungan suami dan keluarga juga sangat penting dalam masa pemulihan setelah persalinan, ” katanya.

Lidia menjelaskan, pengaturan jarak kehamilan dapat memberikan kesempatan kepada tubuh ibu untuk pulih sekaligus membantu keluarga lebih optimal dalam memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak.

Sementara senam nifas dapat mendukung proses pemulihan fisik setelah persalinan. Adapun pijat laktasi menjadi salah satu bentuk pendampingan untuk membantu ibu merasa lebih nyaman dalam proses menyusui.

GERAH KIPAS juga dirancang agar pengetahuan yang diperoleh dari tenaga kesehatan dapat diterapkan secara mandiri di rumah sesuai arahan dan kondisi masing-masing ibu.

Puskesmas Tiku berharap inovasi tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan kehamilan serta memperkuat pelayanan kesehatan ibu secara berkelanjutan, sejak masa persalinan hingga pasca nifas.

Melalui pendekatan promotif dan preventif tersebut, Puskesmas Tiku menargetkan terciptanya ibu yang lebih sehat, jarak kelahiran yang lebih terencana serta kualitas kesehatan keluarga yang semakin baik.

(Berry)

Read Entire Article
Masyarakat | | | |