REMBANG – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rembang terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas program pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Kepala Rutan (Karutan) Rembang, Tisep Oven Harry, yang melakukan kunjungan kerja strategis ke Kantor PT Semen Gresik Pabrik Rembang, Kamis (28/5).
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Karutan Rembang dan disambut hangat oleh manajemen PT Semen Gresik. Pertemuan kelembagaan ini bertujuan untuk menjajaki peluang kolaborasi dan sinergi, khususnya dalam hal pemberdayaan serta pelatihan kemandirian bagi para warga binaan.
Karutan Rembang, Tisep Oven Harry, menyampaikan bahwa pihak Rutan tidak bisa berjalan sendiri dalam memberikan pembinaan yang optimal. Dukungan dari sektor industri dan korporasi seperti PT Semen Gresik sangat krusial untuk memberikan bekal keterampilan yang nyata bagi WBP.
"Kami ingin memastikan bahwa waktu yang dihabiskan warga binaan di dalam Rutan benar-benar produktif. Melalui penjajakan kerja sama dengan PT Semen Gresik ini, kami berharap dapat menyusun program pelatihan kemandirian yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini, " ujar Tisep Oven Harry.
Lebih lanjut, Tisep menjelaskan bahwa program kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pelatihan teknis semata, namun juga mencakup motivasi kewirausahaan. Dengan demikian, saat para warga binaan selesai menjalani masa pidananya, mereka memiliki keahlian konkret untuk kembali dan diterima dengan baik oleh masyarakat.
Pihak manajemen PT Semen Gresik Rembang menyambut positif inisiatif bapak Karutan. Sebagai salah satu perusahaan besar di wilayah Rembang, PT Semen Gresik menyatakan kesiapannya untuk mendukung program-program sosial-kemasyarakatan, termasuk berkontribusi dalam program pembinaan kemandirian di Rutan Rembang melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Melalui sinergi yang kuat antara Rutan Rembang dan PT Semen Gresik, diharapkan dapat lahir inovasi program pembinaan yang mampu mengubah potensi warga binaan menjadi sumber daya manusia yang produktif, sekaligus mendukung pembangunan daerah di Kabupaten Rembang.


















































