SOLOK — Ada jejak pengabdian yang tak pernah benar-benar usang dimakan waktu. Ia tetap hidup dalam kenangan, dalam dedikasi yang pernah dipersembahkan untuk bangsa, dan dalam ikatan kekeluargaan yang terus dijaga meski masa tugas telah berlalu.
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026, Polres Solok Polda Sumatera Barat bersama Bhayangkari Cabang Solok menghadirkan kehangatan melalui kegiatan anjangsana dan Bhayangkari Peduli di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Senin, 15 Juni 2026.
Sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan yang dipimpin langsung Kapolres Solok AKBP Agung Pranajaya, S.IK., didampingi para Pejabat Utama Polres Solok serta Pengurus Bhayangkari Cabang Solok, menyusuri sejumlah lokasi untuk bersilaturahmi dengan para purnawirawan Polri dan warakauri yang berada di wilayah hukum Polres Solok.
Kehadiran mereka bukan sekadar membawa bantuan sembako, tetapi juga membawa pesan bahwa pengabdian yang pernah diberikan tidak pernah dilupakan. Bahwa keluarga besar Polri tetap menjadi satu ikatan yang saling menjaga, saling menguatkan, dan saling mengingat dalam setiap perjalanan waktu.
Anjangsana diawali dengan mengunjungi kediaman purnawirawan Polri, Rustam Can dan Turbasdi, yang tinggal di kawasan Villa Garden, Kayu Aro, Kecamatan Gunung Talang. Di tempat itu, silaturahmi terjalin hangat, menghubungkan kisah masa lalu dengan semangat pengabdian yang terus diwariskan hingga hari ini.
Perjalanan kemudian berlanjut ke rumah para warakauri. Rombongan menyambangi Ny. Sugianto di Sukarami, Ny. Suhanda di Batang Barus, serta Ny. Ra'uf di Sukarami, Kecamatan Gunung Talang. Di setiap rumah yang dikunjungi, terselip rasa haru dan kebahagiaan ketika perhatian serta kepedulian hadir secara langsung.
Momentum menjelang HUT Bhayangkara ke-80 ini menjadi pengingat bahwa kekuatan Polri tidak hanya dibangun oleh mereka yang masih bertugas, tetapi juga oleh para purnawirawan dan keluarga yang telah menjadi bagian dari sejarah panjang perjalanan institusi.
Melalui kegiatan anjangsana tersebut, Polres Solok dan Bhayangkari Cabang Solok menegaskan bahwa nilai-nilai kebersamaan, penghormatan, dan kepedulian tetap menjadi fondasi yang dijaga. Sebab di balik setiap seragam yang pernah dikenakan, terdapat kisah pengabdian yang layak dikenang, dan di balik setiap langkah yang telah terhenti dari tugas, tetap ada keluarga besar yang datang menyapa.
Menjelang usia ke-80 Bhayangkara, kepedulian itu kembali diteguhkan. Bukan hanya dalam bentuk bantuan, melainkan dalam silaturahmi yang merawat kenangan, menghormati jasa, dan menjaga tali persaudaraan agar tetap abadi sepanjang masa.


















































