Cilacap – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Besi Nusakambangan menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) pada Kamis (11/6).
Sidang ini dilaksanakan dalam rangka mengevaluasi program pembinaan sekaligus mengusulkan penurunan tingkat risiko narapidana atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari kategori Maximum Security ke Lapas kategori Medium Security.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Besi ini dihadiri oleh jajaran struktural Lapas Besi selaku anggota TPP, serta perwakilan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas). Agenda utama sidang adalah menilai kelayakan para narapidana yang telah menunjukkan perubahan perilaku signifikan dan memenuhi syarat administratif maupun substantif selama menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Besi, Muda Husni, menegaskan bahwa Sidang TPP ini merupakan bagian penting dari proses revitalisasi pemasyarakatan yang transparan dan akuntabel. Menurutnya, penurunan tingkat risiko ini merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras narapidana dalam memperbaiki diri.
"Sidang TPP ini bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen objektif untuk menilai kesiapan WBP berpindah ke lingkungan yang lebih terbuka di Lapas Medium Security. Kami melihat langsung bagaimana interaksi dan kepatuhan mereka selama di sini. Hak penurunan tingkat risiko ini diberikan kepada mereka yang benar-benar berkomitmen untuk berubah dan mengikuti seluruh program pembinaan dengan sangat baik, " ujar Muda Husni.
Proses penilaian dalam sidang ini juga melibatkan rekomendasi hasil Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) yang disusun oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas. Rekomendasi ini menjadi salah satu acuan utama untuk memastikan bahwa penurunan tingkat pengamanan telah sesuai dengan koridor hukum dan psikologis WBP.
Perwakilan dari Bapas, Ayom, memberikan apresiasi atas sinergi yang terjalin erat antara Lapas Besi dan Bapas dalam mengawal program reintergrasi sosial ini. Ia menjelaskan bahwa hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang positif pada aspek perilaku harian narapidana
"Berdasarkan hasil Litmas dan pengamatan di lapangan, para narapidana yang diusulkan hari ini telah menunjukkan penurunan tingkat risiko secara signifikan. Kami di Bapas memastikan bahwa instrumen penilaian yang digunakan telah objektif, sehingga program penurunan ke Lapas Medium Security ini dapat berjalan tepat sasaran dan mendukung proses reintegrasi mereka kembali ke masyarakat nantinya, " kata Ayom.
Melalui Sidang TPP ini, diharapkan para narapidana yang lolos verifikasi dapat terus mempertahankan perilaku baik mereka di tempat pembinaan yang baru.
Langkah ini sekaligus menjadi motivasi bagi Warga Binaan lainnya di Lapas Besi untuk terus aktif dan positif dalam mengikuti setiap tahapan pembinaan yang diberikan.
(Humas Lapas Besi)

11 hours ago
11

















































