Kecewa Zona Merah, Warga Tolak Program Kampung Bahagia Pemkot Jambi

6 hours ago 3

JAMBI – Menggunakan logika sehat dan wajar, warga RT.13, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi,  bersikap sikap. Mereka menolak Program Kampung Bahagia yang digadang-gadang sebagai program unggulan Wali Kota Jambi Maulana!

“Untuk apa program itu, jika kami tidak bahagia!

Ungkapan tegas itu berkumandang dalam pertemuan warga RT 13, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, Sabtu malam (6/6). Dipimpin Ketua RT setempat Asep Mulyana, pertemuan tersebut ikut dihadiri Kepala Kelurahan Sukakarya Deddby Mutiara, bersama personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat.

Terungkap dalam pertemuan, penolakan Program Kampung Bahagia dilatari masalah aset-aset tanah mereka “dicaplok” kebijakan penetapan Zona Merah Pertamina.

Kebijakan sepihak dari pemerintah menjelang akhir Tahun 2025 tersebut, membuat aset tanah milik warga yang sudah bersertifikat hak milik (SHM), diblokir sepihak oleh badan pertanahan nasional.

Aksi pemblokiran tanah SHM tersebut menyebabkan warga mati kutu, karena aset harta yang mereka miliki semenjak lama itu tidak bisa diberdayakan untuk berbagai keperluan kehidupan.

"Bagi saya, ini adalah dilema. Satu sisi, saya tidak mau merugikan warga dengan adanya Program Kampung Bahagia dari Pemerintah Kota Jambi. Satu sisi lagi, perjuangan warga menolak zona merah harus tetap jalan. Saya sebaiknya lebih baik mundur!” ungkap Ketua RT 13 Kelurahan Sukakarya Asep Mulyana dengan nada lesu ke hadapan warganya malam itu.

Namun permohonan pengunduran diri oleh Asep spontan ditolak warga. Dikatakan, warga, sosok Asep sangat dibutuhkan untuk perjuangan membela hak-hak warga RT 13, Kelurahan Sukakarya, yang saat ini terkebiri oleh penetapan Zona Merah Pertamina.

"Sosok Pak Asep sangat dibutuhkan warga. Termasuk untuk membela dan memperjuangkan hak atas tanah milik warga. Kami menolak permintaan pengunduran diri pak Asep. Bahkan kita justru menolak bantuan Pemerintah Kota Jambi yang dikucurkan melalui program Kampung Bahagia tahun ini, ” ungkap pemuka warga setempat Suhatman Pisang.

Untuk diketahui, Program Kampung Bahagia digadang-gadang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota Jambi di bawah pimpinan Maulana - Diza. Melalui program tersebut, setiap RT dialokasikan dana dengan besaran Rp50 Juta hingga Rp100 Juta, untuk pembangunan kebersihan dan keamanan.

Menurut Suhatman Pisang yang juga didaulat sebagai Ketua Tim Adovokasi warga terdampak penetapan Zona Merah Pertamina, setelah didtandatangani seluruh warga RT 13, penolakan Program Kampung Bahagia tersebut akan disampaikan langsung kepada Wali Kota Jambi Maulana.(IS)

Read Entire Article
Masyarakat | | | |