Yorrys Raweyai Soroti Eksploitasi Hutan di Tanah Papua dan Dorong Pembentukan Pansus

4 hours ago 1

loading...

Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai mengatakan bahwa berbagai persoalan di Papua bukanlah isu baru. Foto: Istimewa

JAKARTA - Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai mengatakan bahwa berbagai persoalan di Papua bukanlah isu baru. Dia menuturkan, permasalahan Papua harus menjadi perhatian serius negara karena menyangkut ruang hidup masyarakat, eksploitasi sumber daya alam, hingga arah pembangunan nasional di wilayah tersebut.

Hal tersebut dikatakan Yorrys dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Terjebak di Antara Dua Senjata: Eksploitasi Hutan dan Ruang Hidup Papua di Bawah Bayang-Bayang PSN”, Selasa (26/5/2026). Selama ini, DPD RI menerima banyak aspirasi dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk organisasi mahasiswa seperti PMKRI, terkait situasi sosial, lingkungan, dan pembangunan di Papua.

“Masalah Papua itu bukan masalah baru. Banyak organisasi dan kelompok masyarakat datang ke DPD menyampaikan berbagai persoalan. Karena itu kami melihat ini momentum yang tepat untuk didukung dan dibicarakan secara lebih serius,” ujar Yorrys.

Baca juga: Uskup Agung Merauke Angkat Bicara Soal PSN Papua Selatan

Dia menambahkan, DPD RI dalam sidang paripurna telah memutuskan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Papua yang saat ini sedang dalam proses finalisasi. “Di pembukaan masa sidang kemarin sudah diputuskan bahwa DPD akan membentuk Pansus Papua. Ini sedang diproses dan minggu depan diharapkan sudah disahkan. Pansus ini akan membahas berbagai persoalan Papua secara lebih fokus dan menyeluruh,” imbuhnya.

Yorrys pun buka suara merespons polemik film dokumenter yang belakangan ramai diperbincangkan publik. Menurut Yorrys, substansi tayangan tersebut seharusnya dipahami secara utuh dan tidak semata dilihat dari judul yang dianggap provokatif. “Kalau ditonton secara keseluruhan, film itu menjelaskan soal perusakan hutan yang terjadi di Indonesia, bukan hanya di Papua. Tetapi memang yang paling besar sekarang terjadi di Papua,” jelasnya.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |