TMMD ke-129 Resmi Dimulai, Dari Parungponteng TNI dan Warga Menyatukan Langkah Membangun Negeri dari Desa

14 hours ago 4

Tasikmalaya – Semangat gotong royong kembali menggema dari Desa Parungponteng, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya. Rabu (15/7/2026), Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dibuka melalui upacara yang berlangsung di Lapangan Desa Parungponteng dengan mengusung tema "TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa." 

Sekitar 500 peserta menghadiri upacara pembukaan yang menjadi penanda dimulainya kolaborasi besar antara TNI, pemerintah daerah, Polri, serta masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.
Upacara dipimpin oleh Asisten Daerah I Setda Kabupaten Tasikmalaya, Dr. Rubi Azhara, S.STP., M.Si. selaku Inspektur Upacara. Sementara Komandan Upacara dijabat Kapten Inf Andri Mulyono dan Perwira Upacara Kapten Inf Ahmad Hasan Basri. 

Turut hadir Danrem 062/Tarumanagara Kolonel Inf Dadi Sutandi, S.E., M.M., Dandim 0612/Tasikmalaya sekaligus Dansatgas TMMD Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., para Dandim jajaran Korem 062/TN, unsur Forkopimda, pejabat TNI-Polri, kepala OPD, Baznas, BPBD, Satpol PP, para kepala desa, pelajar, hingga masyarakat Kecamatan Parungponteng. Kehadiran lintas sektor tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi dalam mendukung percepatan pembangunan desa. 

Rangkaian upacara berlangsung khidmat dengan melibatkan berbagai unsur pasukan, mulai dari marching band Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Satgas TMMD, Babinsa Kodim 0612/Tasikmalaya, gabungan Satpol PP, Dishub, BPBD, Linmas, organisasi kemasyarakatan, hingga pelajar dan Pramuka. 

Dalam amanatnya, Inspektur Upacara menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, melainkan membangun semangat kebersamaan, kepedulian, dan kemandirian masyarakat. 

Menurutnya, TMMD diharapkan mampu menjadi motivasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi fondasi utama agar pembangunan berjalan efektif serta memberikan manfaat jangka panjang. 

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghidupkan budaya gotong royong selama pelaksanaan program berlangsung sehingga seluruh sasaran dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. 

Pada pelaksanaan TMMD ke-129, sejumlah sasaran fisik menjadi prioritas, di antaranya pembangunan jalan semi hotmix di Kampung Jambubarang, Nagrog, Pasirnete, dan Cilintun, pembangunan tembok penahan tanah di jalur Pamegatan–Situ, rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni, serta pembangunan lima titik sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. 

Tidak hanya pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai program nonfisik berupa pendidikan wawasan kebangsaan, bela negara, penguatan ketahanan pangan melalui penanaman pohon dan budidaya ikan, serta dukungan lintas perangkat daerah seperti bantuan penanganan stunting dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya dan santunan dari Baznas Kabupaten Tasikmalaya. 

Program ini menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur, tetapi juga dari tumbuhnya kualitas sumber daya manusia, meningkatnya kepedulian sosial, serta semakin kuatnya kolaborasi antara aparat dan masyarakat. 

Dengan dimulainya TMMD ke-129 di Desa Parungponteng, diharapkan seluruh sasaran fisik maupun nonfisik dapat terselesaikan sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat serta menjadi penggerak kemajuan desa yang berkelanjutan. 

"TMMD bukan hanya tentang membangun jalan, rumah, atau sumur. Lebih dari itu, TMMD membangun harapan, memperkuat persatuan, dan menghadirkan semangat gotong royong sebagai fondasi pembangunan Indonesia yang dimulai dari desa."

Read Entire Article
Masyarakat | | | |