'Empat Musim Pertiwi' Tembus Panggung Dunia, Film Baru Kamila Andini Siap Tayang 2026

11 hours ago 7

loading...

Salah satu adegan film Empat Musim Pertiwi. Foto: Forka Films

JAKARTA - Proyek film terbaru karya sutradara Kamila Andini semakin menunjukkan kelasnya di panggung internasional. First look Film Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java) resmi dirilis setelah merampungkan tahap krusial color grading di Storm Post Production Studio, Amsterdam, menandai semakin dekatnya film ini menuju layar lebar pada 2026.

Di balik visual yang kuat, proses color grading dipercayakan kepada koloris internasional Peter Bernaers, sosok di balik sejumlah film dunia seperti What Happened to Monday, Raw, hingga Annette. Ia juga terlibat dalam film Titane yang meraih Palme d’Or di Festival Film Cannes 2021. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk membangun emosi visual yang lebih dalam sekaligus mempertegas identitas sinematik khas Kamila Andini. ”Keterlibatan talenta global seperti Bernaers menjadi bagian penting dalam memperkuat pengalaman sinematik yang ditawarkan kepada penonton,” demikian keterangan pers resmi Forka Films, dikutip Minggu (5/4/2026).

Ambisi global film ini tak hadir begitu saja. Empat Musim Pertiwi telah melewati perjalanan panjang di berbagai forum internasional, mulai dari Berlinale Co-Production Market hingga Venice Gap-Financing Market. Dukungan pendanaan pun datang dari berbagai lembaga dunia seperti Hubert Bals Fund, CNC Cinema du Monde, Sørfond, hingga Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, menunjukkan kuatnya posisi proyek ini di ekosistem perfilman global.

Baca Juga : Siap Syuting, Film ‘Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati’ Libatkan Aktor Lintas Generasi

Selain itu, film ini merupakan hasil kolaborasi lintas negara yang melibatkan Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Singapura, dan Polandia. Nama-nama besar turut mengisi layar, seperti Putri Marino, Arya Saloka, dan Christine Hakim. Produksi digawangi oleh Ifa Isfansyah dari Forka Films bersama Anthony Chen dari Giraffe Pictures.

Dari segi cerita, Empat Musim Pertiwi mengikuti perjalanan seorang perempuan yang bergulat dengan kehilangan, ingatan, dan hubungan dengan alam di tanah Jawa. Narasi bergerak melalui siklus musim yang menjadi metafora perubahan hidup, menghadirkan refleksi tentang keluarga, identitas, serta upaya berdamai dengan masa lalu. Kisah ini disampaikan dengan pendekatan visual yang puitis dan kontemplatif, menjadi ciri khas kuat dalam karya-karya Kamila Andini.

Sementara itu, Forka Films—yang sebelumnya dikenal sebagai Fourcolours Films—terus mempertegas kiprahnya sebagai rumah produksi dengan rekam jejak festival internasional. Dari Yuni yang meraih Platform Prize di Toronto hingga Before, Now & Then yang memenangkan Silver Bear di Berlinale 2022, konsistensi ini menjadi fondasi kuat bagi Empat Musim Pertiwi untuk melangkah lebih jauh. Kini, film tersebut bersiap menyapa penonton Indonesia pada 2026 dengan standar visual dan cerita yang semakin matang

(wur)

Read Entire Article
Masyarakat | | | |