Polewali Mandar – Komandan Kodim (Dandim) 1402/Polman Letkol Inf Ikhwan Arifin meninjau langsung lokasi rencana pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Tapua, Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Sabtu (27/6).
Peninjauan dilakukan di lokasi Sungai Masunni yang menjadi akses utama masyarakat setelah jembatan sebelumnya roboh diterjang banjir pada 2025. Hingga kini warga masih memanfaatkan rakit bambu sebagai sarana penyeberangan.
"Alhamdulillah hari ini kami turun langsung melakukan survei. Insya Allah di lokasi ini akan dibangun Jembatan Perintis Garuda sebagai akses vital masyarakat, " kata Ikhwan Arifin.
Ia mengatakan pembangunan tersebut merupakan bagian dari Program Jembatan Perintis Garuda yang bertujuan membuka keterisolasian wilayah serta memperlancar akses ekonomi, pendidikan dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Rencana pembangunan jembatan di Desa Tapua juga mendapat dukungan dari Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar. Saat meresmikan Jembatan Perintis Garuda di Dusun Bulu Bawang, Desa Patampanua, Kamis (25/6), Pangdam menyampaikan bahwa Kodim 1402/Polman dinilai berhasil menyelesaikan pembangunan sejumlah jembatan dengan kualitas yang baik sehingga kembali dipercaya membangun dua unit Jembatan Perintis Garuda, masing-masing di Desa Tapua, Kecamatan Matangnga dan Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi.
Menurut Pangdam, pembangunan jembatan tersebut merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membuka akses wilayah, mempercepat pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan di daerah yang masih mengalami keterbatasan infrastruktur.
Sementara itu, Kepala Desa Tapua menyambut baik rencana pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, masyarakat telah lama menantikan hadirnya kembali akses penyeberangan yang aman setelah jembatan lama hanyut diterjang banjir.
"Alhamdulillah masyarakat sangat bersyukur. Selama lebih dari setahun warga harus menggunakan rakit bambu untuk menyeberang sungai. Kehadiran Jembatan Perintis Garuda tentu menjadi harapan baru bagi kami, " katanya.
Jembatan yang sebelumnya menghubungkan Desa Tapua hanyut diterjang banjir akibat meluapnya Sungai Masunni pada 2025. Sejak saat itu aktivitas masyarakat, termasuk distribusi hasil pertanian, akses pendidikan dan pelayanan kesehatan menjadi terganggu.
Dalam peninjauan tersebut, Dandim bersama Danramil wonomulyo, perangkat desa dan tokoh masyarakat melihat langsung titik rencana pembangunan sekaligus meninjau kondisi medan sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Tapua diharapkan menjadi solusi permanen bagi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Matangnga. (Zik)

8 hours ago
2

















































