Jalan Kaltim Buruk, Mobil Gubernur Rp8,5 Miliar: Kupas Tuntas 10 Fitur Gila Range Rover Autobiography LWB

15 hours ago 8

loading...

Rencana pengadaan mobil dinas jenis SUV Plug-in Hybrid seharga Rp8,5 miliar untuk Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, memicu ironi tajam di tengah kondisi infrastruktur jalan daerah yang masih memprihatinkan. Foto: Sindonews/Gemini

KALIMANTAN TIMUR - Di atas kertas anggaran, angkanya tertulis Rp8,5 miliar. Nominal fantastis hanya untuk pengadaan satu unit kendaraan dinas kepala daerah tingkat provinsi. Kendaraan mewah tersebut diperuntukkan bagi Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud.

Berdasarkan spesifikasi yang tertera di laman resmi INAPROC (portal pengadaan nasional), mobil yang dicari adalah SUV hybrid berkubikasi 2.996 cc dengan tenaga 434 daya kuda (dk), kapasitas baterai 38,2 kWh, serta penggerak motor listrik berkekuatan 140 dk dengan torsi raksasa 620 Nm.

Tentu saja, mobil yang dimaksud adalah Range Rover 3.0 Autobiography Long Wheelbase (LWB) berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Di situs resmi Land Rover Indonesia, versi standarnya saja sudah dibanderol Rp7,43 miliar di Jakarta. Harga Rp 8,5 miliar kemungkinan besar mencakup varian tertinggi atau penambahan opsi (add-on) khusus.

Ironi Rp8,5 Miliar di Atas Jalan Buruk

 Kupas Tuntas 10 Fitur Gila Range Rover Autobiography LWB

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, membela diri dengan berlindung di balik aturan. "Mobil yang diadakan itu hanya 3.000 cc. Soal harga ada rupa, ada mutu, ada kualitas. Kami tidak mengikuti berapa harganya, kami hanya mengikuti pesan itu saja, sesuai Permendagri," dalihnya.

Ia merujuk Permendagri nomor 7 tahun 2006 yang membatasi kapasitas mesin SUV kepala daerah maksimal 4.200 cc. Bahkan, menyebut mobil mewah ini penting untuk "menjaga marwah Kalimantan Timur" sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, turut pasang badan: berargumen bahwa mobil ini bukanlah fasilitas mewah, melainkan sarana vital untuk menembus geografis ekstrem Kaltim.

“Contohnya saat kunjungan ke Bongan, beliau ingin melihat sendiri kondisi jalan yang dikeluhkan warga. Untuk mencapai titik-titik krusial dengan medan seberat itu dibutuhkan kendaraan yang andal dan representatif," tegas Sri Wahyuni seperti dilansir Antara.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |