Langka, Parlemen Desak Pemerintah AS Buka-bukaan soal Senjata Nuklir Israel

2 hours ago 2

loading...

Puluhan anggota Parlemen dari Partai Demokrat desak Pemerintah AS ungkap kemampuan senjata nuklir Israel. Foto/The Cradle

WASHINGTON - Puluhan anggota Parlemen dari Partai Demokrat telah mendesak Departemen Luar Negeri mengakhiri kebungkaman pemerintah Amerika Serikat (AS) mengenai kemampuan senjata nuklir Israel. Desakan langka ini muncul untuk pertama kalinya.

Dalam surat yang dikirim kepada Menteri Luar Negeri Marco Rubio, para anggota Parlemen dari Partai Demokrat menunjuk pada perang AS-Israel melawan Iran sebagai alasan mengapa kejelasan lebih lanjut sangat dibutuhkan.

Baca Juga: Terungkap, Trump Tiba-tiba Hentikan Project Freedom karena Arab Saudi Marah

Meskipun Israel diyakini telah memiliki senjata nuklir sejak tahun 1960-an, rezim Zionis mempertahankan kebijakan ambiguitas nuklir. Menurut lembaga think tank Nuclear Threat Initiative yang berbasis di Washington DC, Israel tidak pernah secara resmi mengonfirmasi maupun menyangkal keberadaan program dan persenjataan nuklirnya.

Gedung Putih juga telah lama mempertahankan ambiguitas mengenai masalah ini, meskipun ada beberapa pengakuan sekilas. Sebagai balasannya, para anggota Parlemen di Kongres telah meluncurkan beberapa upaya publik terkoordinasi untuk transparansi yang lebih besar di tengah dukungan bipartisan selama beberapa dekade untuk Israel.

“Kongres memiliki tanggung jawab konstitusional untuk sepenuhnya mengetahui keseimbangan nuklir di Timur Tengah, risiko eskalasi oleh pihak mana pun dalam konflik ini, dan perencanaan serta kontingensi pemerintah untuk skenario tersebut,” demikian bunyi surat yang ditandatangani oleh 30 anggota Kongres.

“Kami tidak yakin telah menerima informasi tersebut," lanjut surat tersebut, seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis (7/5/2026).

“Kebijakan ambiguitas resmi tentang kemampuan nuklir salah satu pihak dalam konflik ini membuat kebijakan nonproliferasi yang koheren di Timur Tengah menjadi tidak mungkin bagi Iran, Arab Saudi, dan setiap negara lain di kawasan itu yang membuat keputusan berdasarkan persepsi mereka tentang kemampuan negara tetangga mereka," sambung surat tersebut.

Apa yang Diminta Surat Tersebut?

Dalam surat tertanggal 4 Mei itu, para anggota Parlemen secara gamblang menanyakan kepada Rubio tentang kemampuan senjata nuklir apa yang dimiliki Israel, serta informasi yang jelas tentang hulu ledak dan peluncurnya.

Mereka khususnya berfokus pada Pusat Penelitian Nuklir Negev di Dimona, yang sejak lama diyakini sebagai inti dari program nuklir Israel.

“Apakah Israel saat ini memiliki kemampuan pengayaan uranium, dan pada tingkat berapa?” tanya mereka, memohon rincian tentang bahan fisil dan produksi plutonium.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |