Boediono: Pemimpin Harus Mampu Menyatukan Rasionalitas Kebijakan dan Otoritas Politik

4 hours ago 1

loading...

Wapres ke-11 RI Boediono dalam acara Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (1/9/2026). Foto/Istimewa

JAKARTA - Wakil Presiden ke-11 RI Prof Boediono menegaskan bahwa kepemimpinan pemerintahan tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan politik ataupun kecanggihan konsep teknokratis. Kepemimpinan yang efektif justru ditentukan oleh kemampuan menyatukan rasionalitas kebijakan dengan otoritas politik agar keputusan pemerintah benar-benar dapat dilaksanakan dan memberikan hasil bagi masyarakat.

"Kebijakan ekonomi akan efektif hanya apabila ditopang secara sekaligus oleh dua pilar, yaitu adanya konsep kebijakan yang rasional yang dirumuskan secara sistematis dan teknokratis, dan adanya dukungan dari pemegang otoritas politik untuk melaksanakannya di lapangan," ujar Boediono dalam acara Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Boediono mengambil pengalaman pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghadapi krisis keuangan global 2008 sebagai pelajaran. Saat itu, menurutnya, tim ekonomi yang solid dan kompeten mampu merumuskan respons secara teknokratis, sementara Presiden SBY memberikan dukungan politik yang diperlukan agar berbagai kebijakan dapat segera dieksekusi.

Baca Juga: Kepemimpinan Prabowo Dinilai Mampu Jaga Kedaulatan Negara dan Stabilitas Politik

Ekonom senior dan Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menambahkan, konsep yang baik tidak akan menghasilkan perubahan apabila berhenti di meja perumusan. "Konsep kebijakan yang logis, bagus dan rasional tapi tidak mendapat dukungan politik hanya akan tinggal konsep indah di atas kertas yang sama sekali tidak mempunyai dampak pada kehidupan nyata," tegas alumnus Wharton School, Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat tersebut.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |