loading...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto/tasnim
KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta staf menteri mengikuti tes detektor kebohongan dalam upaya mencari tahu siapa yang membocorkan draf kesepakatan mineral dengan Amerika Serikat (AS).
Financial Times (FT) melaporkan hal itu pada hari Sabtu (5/4/2025), mengutip pejabat pemerintah.
Menurut FT, tes tersebut telah dilakukan di beberapa kementerian setelah Zelensky menginstruksikan dinas keamanan dalam negeri Ukraina untuk menyelidiki kebocoran tersebut.
Draf tersebut, yang pertama kali dilaporkan anggota parlemen oposisi Ukraina Jaroslav Zheleznyak, menguraikan mekanisme bagi AS untuk mengelola pendapatan dari proyek minyak, gas, dan mineral.
Pejabat Ukraina mengatakan kepada FT bahwa mereka "terkejut" oleh cakupan tuntutan terbaru Amerika.
Presiden AS Donald Trump telah berusaha membujuk Kiev menandatangani perjanjian mineral sejak Februari.
Pada saat yang sama, Trump menolak memberikan jaminan keamanan khusus kepada Ukraina, dengan alasan usaha patungan bisnis akan cukup untuk menghalangi Rusia.
Awal pekan ini, Trump menuduh Zelensky "berusaha menarik diri" dari kesepakatan tersebut dan memperingatkan dia akan menghadapi "masalah besar" jika kesepakatan tersebut gagal terwujud.
Berbicara kepada CNN, Trump menegaskan kembali Ukraina "tidak akan pernah menjadi anggota NATO."
Upaya menandatangani kesepakatan pada akhir Februari dibatalkan setelah pertengkaran sengit Zelensky dengan Trump dan Wakil Presiden J.D. Vance di Gedung Putih.
AS berencana menandatangani kesepakatan tersebut selama kunjungan Zelensky ke Gedung Putih pada akhir Februari.
"Ia tiba di Ruang Oval dan mengacaukan apa yang seharusnya menjadi hal termudah untuk dilakukan di dunia," ujar Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam wawancara dengan jurnalis Tucker Carlson yang diterbitkan pada hari Jumat.
(sya)