BARRU - Suasana tenang di Lingkungan Jalange, Kelurahan Mallawa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, seketika berubah mencekam pada Minggu sore (19/4/2026).
Seorang pemuda berinisial Z (23) ditemukan meninggal dunia setelah diduga nekat mengakhiri hidupnya.
Jasad korban ditemukan pertama kali sekitar pukul 15.10 WITA dalam kondisi tergantung di sebuah pohon mangga yang berada tepat di halaman depan kediamannya.
Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh paman korban, Agus Salim (57). Saat itu, Agus baru saja kembali dari RS Ainun Habibie, Kota Parepare, usai menjenguk orang tuanya.
Setibanya di rumah, ia dikejutkan dengan kondisi keponakannya yang sudah tidak bernyawa.
Mengingat Agus merupakan seorang tunawicara, ia dengan segera mendatangi tetangganya, Lahapi (68), untuk meminta bantuan.
Menggunakan bahasa isyarat dan ekspresi duka yang mendalam, Agus menuntun Lahapi ke lokasi kejadian. Terkejut melihat pemandangan tersebut, Lahapi langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Mendapat laporan warga, personel Polsek Mallusetasi bersama tim Inafis Polres Barru, SPKT, dan tim medis dari UPTD Puskesmas Palanro segera tiba di lokasi untuk melakukan prosedur evakuasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim medis dan Inafis, polisi menyatakan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kematian dipastikan murni akibat jeratan pada bagian leher.
"Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan secara resmi menolak untuk dilakukan autopsi, " ujar salah satu petugas kepolisian di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga dan rekam medis yang ditemukan, diketahui bahwa Z memiliki riwayat gangguan kejiwaan.
Data menunjukkan korban terakhir kali mengambil rujukan di Puskesmas Palanro pada November 2025 untuk menjalani pengobatan di Poli Jiwa RS Sumantri, Kota Parepare.
"Korban memang memiliki riwayat kesehatan mental dan menurut keterangan keluarga, sebelumnya sudah pernah melakukan percobaan serupa, " tambah petugas tersebut.
Diduga, kondisi keluarga yang telah lama berpisah (bercerai) turut memengaruhi kondisi psikologis korban.
Selama ini, Z diketahui hanya tinggal berdua bersama pamannya. Saat ini, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga di Lingkungan Jalange untuk proses pemulasaraan dan pemakaman.















































