Thailand Razia PSK saat Kapal Induk dengan 5.000 Tentara AS Singgah di Kota Seks Pattaya

3 hours ago 3

loading...

Polisi Thailand gencarkan razia pekerja seks komersial di kota Pattaya saat kapal induk USS Abraham Lincoln dengan 5.000 tentara AS singgah di kota seks tersebut. Foto/Wikipedia/TravelMermaid

BANGKOK - Pihak berwenang Thailand telah menangkap puluhan pekerja seks komersial (PSK) di Pattaya, kota yang terkenal sebagai destinasi wisata seks. Razia pekerja seks ini digencarkan ketika kapal induk USS Abraham Lincoln yang membawa sekitar 5.000 pelaut dan marinir Amerika Serikat (AS) berlabuh di kota tersebut pada Rabu (2/9/2026).

Kelompok antiperdagangan manusia memperingatkan para personel militer AS mengenai luasnya industri seks di kota Pattaya dan mempertanyakan alasan Angkatan Laut AS memilih kota itu untuk kunjungan kapal induk.

Baca Juga: Kapal Induk dan 5.000 Tentara AS Merapat ke Pattaya, Ada Uang Besar dan Risiko Wisata Seks

Mengutip laporan dari Reuters dan sejumlah media lokal pada Kamis (3/9/2026), sekitar 40 hingga 50 orang telah ditahan dalam penggerebekan polisi selama beberapa hari terakhir. Kota Pattaya berjarak sekitar 160 kilometer dari Bangkok.

USS Abraham Lincoln merapat di kota itu setelah menyelesaikan pengerahan terus-menerus di laut selama lebih dari 200 hari, sebuah rekor yang sebelumnya mendorong anggota Kongres AS menyerukan penyelidikan terkait memburuknya kondisi serta masalah kesehatan mental para awak di atas kapal.

Dianna Bautista, salah satu pendiri organisasi antiperdagangan manusia Free Rain International, mengatakan kelompoknya mengkhawatirkan keselamatan perempuan yang rentan dieksploitasi serta para pelaut Amerika yang tiba setelah hampir 10 bulan berada di laut.

Organisasinya memberikan rekomendasi kepada personel militer mengenai restoran, situs budaya, gereja, dan bisnis lokal lainnya sebagai alternatif dari kawasan lampu merah Pattaya.

Bautista juga mempertanyakan pemilihan lokasi tersebut. Kepada Newsweek, dia mengatakan: “Kami berhati-hati dengan keputusan AS membawa 5.000 tentara ke ibu kota seks dunia setelah mereka berada di kapal selama 10 bulan."

“Dari ribuan tempat yang bisa menjadi lokasi kapal ini berlabuh, mereka memilih membawa pasukan ke sini. Rasanya sangat diperhitungkan dan disengaja," paparnya.

Kawasan hiburan Pattaya yang dipenuhi lampu neon memiliki reputasi sebagai salah satu pusat wisata seks yang paling terbuka, meskipun prostitusi secara hukum dilarang di Thailand.

Namun, kelompok advokasi dan pejabat setempat mengakui bahwa aktivitas tersebut tidak selalu diawasi secara menyeluruh dan terkadang sulit dideteksi oleh aparat.

“Kami melakukan yang terbaik, tetapi memang sulit,” kata Kepala Kepolisian Pattaya Anek Srathongyoo dalam pernyataan yang dikutip Reuters.

Menurut The Pattaya Mail, polisi dan pejabat setempat melakukan inspeksi larut malam di kawasan pantai dan sejumlah lokasi populer lainnya sejak 29 Agustus.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |