Rudal-rudal Iran Kembali Hujani Israel, Sirene Zionis Meraung-raung

8 hours ago 5

loading...

Iran kembali luncurkan gelombang serangan rudal ke beberapa wilayah Israel. Foto/via The Jerusalem Post

TEL AVIV - Iran telah meluncurkan beberapa gelombang serangan rudal ke Israel pada Selasa (24/3/2026). Hujan rudal ini terjadi sesaat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda serangan terhadap jaringan listrik Republik Islam Iran dengan mengeklaim telah terlibat penicaraan produktif dengan para pejabat Teheran.

Serangan rudal-rudal Iran telah memicu sirene serangan udara di beberapa bagian Israel, termasuk Tel Aviv di mana ledakan dari intersepsi misil terdengar keras.

Baca Juga: Israel Playing Victim! Serang Iran Duluan, Begitu Dibatas Merasa Jadi Korban

Dalam satu serangan, rumah-rumah di Israel utara rusak akibat puing-puing yang berjatuhan setelah intersepsi. Belum ada korban jiwa yang dilaporkan.

Trump menulis di platform Truth Social miliknya pada hari Senin bahwa AS dan Iran telah mengadakan percakapan yang "sangat baik dan produktif" tentang penyelesaian permusuhan yang lengkap dan total di Timur Tengah.

Akibatnya, katanya, dia menunda rencana untuk menyerang jaringan energi Iran selama lima hari. Pengumumannya membuat harga saham naik dan harga minyak turun tajam hingga di bawah USD100 per barel, sebuah pembalikan mendadak terhadap penurunan pasar yang disebabkan oleh ancaman akhir pekannya dan janji Iran untuk membalas.

Namun, kenaikan harga saham tersebut terancam setelah Ketua Parlemen Iran yang berpengaruh, Mohammad Baqer Ghalibaf—yang menurut seorang pejabat Israel dan dua sumber lain yang mengetahui masalah tersebut adalah juru bicara dalam pembicaraan di pihak Iran—mengatakan bahwa tidak ada negosiasi yang terjadi.

“Tidak ada negosiasi yang dilakukan dengan AS, dan berita palsu digunakan untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak serta menghindari rawa tempat AS dan Israel terjebak,” tulisnya di X.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan mereka melancarkan serangan baru terhadap target AS, dan menggambarkan kata-kata Trump sebagai “operasi psikologis” yang usang dan tidak berdampak pada perlawanan Teheran.

Pasar global pulih semalam pada hari Senin setelah Trump menambahkan lima hari pada ultimatumnya pada hari Sabtu kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz—jalur bagi sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair dunia—dalam waktu 48 jam.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |