loading...
Indonesia Most Reputable Companies 2026, di Jakarta. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Reputasi perusahaan dan keterikatan karyawan (employee engagement) dinilai semakin menjadi aset strategis dalam menjaga daya saing dan keberlanjutan bisnis di tengah perubahan ekspektasi pelanggan, investor, dan tenaga kerja. Kondisi tersebut mendorong perusahaan untuk tidak hanya mengejar kinerja finansial, tetapi juga membangun kepercayaan, kredibilitas, dan lingkungan kerja yang mampu mempertahankan talenta.
"Dulu mungkin pelanggan kita cukup bertanya apakah produk yang dihasilkan sudah bagus atau belum. Namun sekarang mereka juga bertanya apakah perusahaan ini bisa dipercaya atau tidak," ujar Group Chief Editor SWA, Kemal Effendi Gani dalam ajang Indonesia Most Reputable Companies 2026, di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga: Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kemal mengatakan perubahan ekspektasi juga terjadi di kalangan investor yang kini tidak hanya mempertimbangkan tingkat pengembalian investasi, tetapi turut melihat kualitas tata kelola perusahaan. Di sisi lain, karyawan semakin mempertimbangkan makna pekerjaan, kesempatan menyampaikan pendapat, pengembangan diri, dan rasa bangga terhadap organisasi dalam membangun hubungan kerja jangka panjang.
Menurut dia, kemampuan perusahaan menjawab berbagai ekspektasi tersebut akan menjadi faktor penting bagi keberlanjutan usaha. Reputasi perusahaan dalam program Indonesia Most Reputable Companies 2026 dinilai melalui survei pelanggan berdasarkan aspek produk dan layanan, kredibilitas perusahaan, nilai dan program, serta hubungan dengan pelanggan dan pemangku kepentingan, sedangkan employee engagement diukur melalui survei internal karyawan.
Salah satu penerima penghargaan, PT Supra Primatama Nusantara (Biznet), menilai kepercayaan pelanggan menjadi fondasi penting dalam pengembangan bisnis. Senior Manager Marketing Biznet Adrianto Sulistyo mengatakan peningkatan kebutuhan konektivitas membuat pelanggan tidak hanya mencari akses internet, tetapi juga kualitas layanan yang konsisten, yang didukung investasi perusahaan pada infrastruktur dan inovasi.


















































