Prudential Syariah Dukung Pemulihan NTT, Bantu Renovasi Sekolah dan Musala

2 hours ago 2

loading...

Prudential Syariah bersama LAZ Al Azhar menyalurkan bantuan pemulihan pascabencana di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) bersama Lembaga Amil Zakat Al Azhar (LAZ Al Azhar) menyalurkan bantuan pemulihan pascabencana di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui renovasi 11 ruang kelas sekolah dan pembangunan musala. Bantuan tersebut ditujukan untuk memulihkan akses pendidikan bagi lebih dari 200 siswa sekaligus mendukung kembalinya aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat terdampak gempa.

"Prudential Syariah turut prihatin atas bencana yang menimpa saudara-saudari kami di Nusa Tenggara Timur. Langkah yang kami lakukan tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi juga memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari," kata Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga: Gempa Flores M7,7 Masuk Fase Peluruhan, Tercatat 15.722 Kali Susulan

Ia mengatakan sekolah dan musala merupakan ruang penting dalam kehidupan masyarakat, baik sebagai tempat anak-anak kembali belajar maupun sebagai ruang berkumpul bagi warga. Menurut dia, dukungan tersebut menjadi bentuk penerapan nilai ta’awun atau saling tolong-menolong yang menjadi landasan Prudential Syariah dalam memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026 berdampak terhadap layanan dasar masyarakat di Kabupaten Nagekeo. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo mencatat sebanyak 328 sekolah mengalami kerusakan, sehingga sebagian siswa masih harus mengikuti kegiatan belajar di pos pengungsian maupun rumah warga yang tidak terdampak.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas ibadah. Kementerian Pekerjaan Umum mencatat sekitar 300 unit rumah ibadah rusak di wilayah terdampak gempa Flores, termasuk Kabupaten Nagekeo, sehingga kegiatan ibadah dan pertemuan warga terpaksa dilakukan di ruang terbuka maupun tenda darurat.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |