Pakistan Nyatakan Perang Terbuka terhadap Afghanistan, Situasi Memanas!

19 hours ago 7

loading...

Pakistan menyatakan perang terbuka terhadap Afghanistan, meluncurkan Operasi Ghazab Lil Haq. Foto/Pak Observer

ISLAMABAD - Pakistan telah menyatakan "perang terbuka" terhadap pemerintah Taliban Afghanistan menyusul bentrokan baru di sepanjang perbatasan kedua negara.

Eskalasi terjadi setelah Pakistan membombardir Kabul dan Kandahar di Afghanistan pada hari Jumat (27/2/2026), beberapa jam setelah pasukan Afghanistan menyerang pasukan perbatasan Pakistan dalam apa yang dikatakan pemerintah Taliban sebagai pembalasan atas serangan udara mematikan awal pekan ini.

Baca Juga: Tak Peduli Ramadan, 2 Negara Islam Ini Kembali Saling Serang

"Kesabaran kami telah mencapai batasnya. Sekarang ini adalah perang terbuka antara kami dan Anda," tulis Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif di X saat militer Pakistan meluncurkan operasi "Ghazab Lil Haq" terhadap Afghanistan.

Saat kekerasan meningkat, kedua militer mengatakan mereka telah membunuh puluhan tentara di pihak lain, membuat gencatan senjata yang dimediasi Qatar tampak semakin goyah.

Klaim Afghanistan

Setidaknya tiga ledakan terdengar di Kabul, tetapi tidak ada informasi langsung tentang lokasi pasti serangan di ibu kota Afghanistan atau tentang potensi korban jiwa. Juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan Pakistan juga melakukan serangan udara di Kandahar di selatan dan di provinsi Paktia di tenggara.

Beberapa jam sebelumnya, Afghanistan mengatakan militernya melancarkan serangan melintasi perbatasan ke Pakistan pada Kamis malam sebagai balasan atas serangan udara mematikan Pakistan di daerah perbatasan Afghanistan Minggu lalu, dan mengeklaim telah merebut lebih dari selusin pos militer Pakistan.

Kementerian Pertahanan Afghanistan melaporkan delapan tentaranya juga tewas dalam serangan darat tersebut.

Seorang pejabat Afghanistan mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa beberapa warga sipil terluka di dekat penyeberangan perbatasan Torkham, di sebuah kamp untuk orang-orang yang kembali dari Pakistan.

"Sebuah peluru mortir telah menghantam kamp dan sayangnya tujuh pengungsi kami terluka, dan kondisi seorang wanita serius," kata Qureshi Badlun, kepala informasi di provinsi Nangarhar.

Perbatasan sebagian besar telah ditutup sejak pertempuran pada bulan Oktober, meskipun warga Afghanistan yang kembali diizinkan untuk menyeberang.

Klaim Pakistan

Menurut laporan Associated Press, militer Pakistan melakukan serangan udara yang menargetkan apa yang mereka sebut sebagai fasilitas militer Afghanistan di provinsi Kabul, Kandahar, dan Paktia, yang diduga menghancurkan dua pangkalan brigade, tetapi mereka tidak menyebutkan adanya potensi korban jiwa.

Pemerintah Pakistan, yang menggambarkan serangan udara Minggu lalu sebagai serangan terhadap militan yang bersembunyi di daerah tersebut, menggambarkan serangan Afghanistan pada Kamis malam sebagai serangan tanpa provokasi dan menolak klaim bahwa pos-pos militer telah direbut.

"Pertahanan Taliban Afghanistan menjadi target di Kabul, (provinsi) Paktia, dan Kandahar," tulis Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar di X, saat Islamabad meluncurkan Operasi Ghazab lil-Haq terhadap Taliban Afghanistan atas "penembakan tanpa provokasi" dari seberang perbatasan.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |