Misi Kemanusiaan di Perbatasan: Prajurit Yonif 733/Masariku Jadi Penyelamat di Tanah Papua

1 day ago 5

NDUGA - Di tengah rimbunnya hutan belantara Papua yang menyimpan banyak tantangan, prajurit Satgas Yonif 733/Masariku kembali menunjukkan sisi humanis mereka. Seorang warga Kampung Mumugu, Distrik Krepkuri, mengalami kecelakaan kerja di dekat Pos Batas Batu pada 1 April 2025. Luka parah menganga, membutuhkan pertolongan segera.  

Tanpa menunggu lama, kabar ini sampai ke telinga para prajurit. Tim kesehatan Satgas bergerak cepat, berlari menembus medan sulit demi satu nyawa. Dengan tangan terampil dan penuh kepedulian, mereka menghentikan pendarahan, membersihkan luka, dan memberikan obat-obatan untuk meredakan rasa sakit.  

"Kami tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menjaga setiap nyawa yang ada di tanah ini, " ujar Letkol Inf Julius Jongen Matakena, Dansatgas Yonif 733/Masariku. "Ini bukan sekadar tugas, ini adalah panggilan kemanusiaan." 

Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto menegaskan bahwa prajurit TNI tak hanya hadir untuk keamanan, tetapi juga untuk kesejahteraan rakyat. "Aksi heroik ini adalah cerminan sejati dari TNI yang humanis. Kami hadir untuk melindungi, mengayomi, dan membantu masyarakat Papua, " ujarnya.  

Seorang warga yang menjadi saksi kejadian itu tak bisa menyembunyikan rasa harunya. "Kalau bukan karena mereka, saya tidak tahu bagaimana nasib saya. Mereka bukan hanya tentara, mereka adalah saudara bagi kami."  

Aksi ini bukanlah yang pertama, dan tentu tidak akan menjadi yang terakhir. Satgas Yonif 733/Masariku berkomitmen untuk selalu berada di garis depan, bukan hanya dalam menjaga perbatasan, tetapi juga dalam menebarkan kepedulian. Di setiap langkah mereka, ada harapan, ada kasih, dan ada tekad untuk menjadikan Papua lebih baik.  

Authentication: 

Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono

Read Entire Article
Masyarakat | | | |