Minangkala ke-117: Syukur dan Penghormatan Pendiri Desa Sampora

19 hours ago 8

KUNINGAN - Hati saya ikut tergetar menyaksikan khidmatnya peringatan Minangkala Desa Sampora yang ke-117 di Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Rabu (8/7/2026). Sebuah momen yang lebih dari sekadar perayaan tahunan, tapi sebuah jembatan penghubung antara masa lalu dan masa kini, antara penghargaan terhadap para pendahulu dan harapan untuk masa depan desa yang lebih gemilang.

Serka Mudi, Babinsa Desa Sampora, turut hadir dan menjadi saksi bisu kekompakan masyarakat yang merayakan tradisi sakral ini. Bersama rombongan KH Muhamad Adib Fanani AKM dari Malang, kehadiran beliau menjadi simbol dukungan TNI dalam melestarikan nilai-nilai luhur budaya dan kearifan lokal yang menjadi perekat kebersamaan.

Tradisi Minangkala ini bukan sekadar ritual belaka, melainkan ungkapan rasa syukur yang mendalam kepada Sang Pencipta atas limpahan rahmat yang senantiasa menjaga Desa Sampora dalam kedamaian, keamanan, dan kesejahteraan. Sebuah pengingat bahwa setiap kemajuan desa tak lepas dari berkah-Nya.

Tokoh masyarakat, H. Ono, menyampaikan apresiasinya yang tulus atas terselenggaranya acara ini. Baginya, Minangkala adalah momentum berharga untuk merajut kembali tali silaturahmi, mengokohkan kebersamaan, dan menjaga warisan berharga yang telah diwariskan oleh para leluhur.

"Peringatan Minangkala ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, mengenang jasa para pendiri desa, serta memperkuat semangat gotong royong demi terciptanya Desa Sampora yang aman, damai, dan sejahtera, " ujar Serka Mudi, dengan nada yang sarat makna.

Dukungan penuh terhadap pelestarian tradisi semacam ini juga digaungkan oleh jajaran TNI. Kapten Inf. Saniyo, Danramil 1510/Cilimus, menegaskan komitmen Koramil untuk terus mendukung setiap kegiatan positif masyarakat yang mampu mempererat persatuan, melestarikan budaya, dan menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan.

Sejalan dengan itu, Komandan Kodim 0615/Kuningan Letkol Arh. Hafda Prima Agung menekankan pentingnya menjaga tradisi warisan pendahulu sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa. Ia menambahkan bahwa kebersamaan antara TNI dan masyarakat adalah modal utama dalam menjaga stabilitas wilayah dan memperkuat persatuan.

Bahkan, Komandan Korem 062/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap turut menggarisbawahi bahwa kegiatan budaya dan keagamaan seperti Minangkala mampu mengokohkan sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat, menciptakan lingkungan yang harmonis, aman, dan kondusif.

Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., yang akrab disapa Jenderal Santri, turut memberikan pandangannya. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai religius, budaya, dan gotong royong adalah kekuatan bangsa yang mutlak harus dipelihara. Ia meyakinkan bahwa TNI Angkatan Darat akan senantiasa hadir bersama rakyat dalam menjaga persatuan, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat.

Acara berjalan dengan tertib, aman, dan penuh khidmat, sebuah cerminan betapa kuatnya ikatan kebersamaan masyarakat Desa Sampora dalam merawat tradisi dan menatap masa depan desa yang lebih cerah.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |