Menyambut Kedatangan Lailatul Qadar dengan Iktikaf Sesuai Sunnah Rasulullah

3 hours ago 2

loading...

Memasuki 10 hari terakhir Ramadan, umat Islam siap-siap menyambut kedatangan Lailatul Qadar dengan iktikaf seperti yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. Foto ilustrasi/ist

Memasuki 10 hari terakhir Ramadan , umat Islam siap-siap menyambut kedatangan Lailatul Qadar dengan iktikaf seperti yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. Baginda Nabi SAW menganjurkan sambil mengamalkan iktikaf di masjid dalam rangka perenungan dan penyucian jiwa.

Prof Dr Muhammad Quraish Shihab, MA mengatakan masjid adalah tempat suci. Segala aktivitas kebajikan bermula di masjid. "Di masjid pula seseorang diharapkan merenung tentang diri dan masyarakatnya, serta dapat menghindar dari hiruk pikuk yang menyesakkan jiwa dan pikiran guna memperoleh tambahan pengetahuan dan pengayaan iman," ujar Quraish Shihab dalam bukunya berjudul " Wawasan al-Quran ".

Itu sebabnya, kata Quraish Shihab, ketika melaksanakan iktikaf, dianjurkan untuk memperbanyak doa dan bacaan Al-Quran , atau bahkan bacaan-bacaan lain yang dapat memperkaya iman dan takwa.

Quraish Shihab menjelaskan malam Qadar yang ditemui atau yang menemui Nabi pertama kali adalah ketika beliau menyendiri di Gua Hira, merenung tentang diri beliau dan masyarakat. Saat jiwa beliau telah mencapai kesuciannya, turunlah Ar-Ruh (Jibril) membawa ajaran dan membimbing beliau sehingga terjadilah perubahan total dalam perjalanan hidup beliau bahkan perjalanan hidup umat manusia.

"Karena itu pula beliau mengajarkan kepada umatnya, dalam rangka menyambut kehadiran Lailat Al-Qadar itu, antara lain adalah melakukan iktikaf," jelasnya.

Baca juga: Inilah Tanda-tanda Mendapatkan Lailatul Qadar, Simak Jangan Sampai Keliru!

Walaupun iktikaf dapat dilakukan kapan saja, dan dalam waktu berapa lama saja --bahkan dalam pandangan Imam Syafi'i, walau sesaat selama dibarengi oleh niat yang suci-- namun Nabi SAW selalu melakukannya pada sepuluh hari dan malam terakhir bulan puasa. Di sanalah beliau bertadarus dan merenung sambil berdoa.

Salah satu doa yang paling sering beliau baca dan hayati maknanya adalah: "Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat, dan peliharalah kami dan siksa neraka." ( QS Al-Baqarah [2]: 201 ).

Quraish Shihab menjelaskan doa ini bukan sekadar berarti permohonan untuk memperoleh kebajikan dunia dan kebajikan akhirat, tetapi ia lebih-lebih lagi bertujuan untuk memantapkan langkah dalam berupaya meraih kebajikan dimaksud, karena doa mengandung arti permohonan yang disertai usaha.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |