Mengintip Menu Jemaah Haji 2026 di Madinah, Tetap Usung Cita Rasa Nusantara

9 hours ago 6

loading...

Menu konsumsi jemaah haji Indonesia tahun 2026 di Kota Madinah tetap mengusung cita rasa Nusantara dengan penggunaan bumbu khas Tanah Air, meski disiapkan dan didistribusikan di Arab Saudi. Foto: Dok Kemenag

MADINAH - Menu konsumsi jemaah haji Indonesia tahun 2026 di Kota Madinah tetap mengusung cita rasa Nusantara dengan penggunaan bumbu khas Tanah Air, meski disiapkan dan didistribusikan di Arab Saudi. Hal ini dilakukan agar makanan lebih sesuai dengan selera jemaah selama berada di Madinah.

Sebanyak 23 dapur katering dilibatkan dalam penyediaan konsumsi jemaah. Seluruh proses produksi hingga distribusi berada dalam pengawasan ketat guna menjamin kualitas makanan serta kepatuhan terhadap standar kesehatan.

Distribusi makanan dilakukan tiga kali sehari, mencakup sarapan, makan siang, dan makan malam. Makanan dikirim langsung ke hotel sehingga memudahkan jemaah, terutama lanjut usia, tanpa perlu keluar untuk mencari makan.

Mengintip Menu Jemaah Haji 2026 di Madinah, Tetap Usung Cita Rasa Nusantara

Baca juga: Kemenhaj Pastikan 125 Ribu Jemaah Haji Indonesia Nikmati Layanan Fast Track

Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi Indri Hapsari mengatakan bahwa sebelum makanan didistribusikan, dilakukan uji kelayakan (meal test) untuk memastikan kualitas. “Kita ada meal test ke Daker atau ke wisma untuk dicoba terlebih dahulu sebelum diberikan kepada jemaah, guna mengecek bahwa konsumsi yang diberikan sudah sesuai dengan ketentuan, baik dari sisi gramasi maupun kualitasnya," katanya dikutip Jumat (24/42026).

Ia juga menjelaskan bahwa distribusi makanan bagi jemaah dilakukan tiga kali sehari, yakni pagi pukul 05.00–08.00 Waktu Arab Saudi (WAS), siang pukul 12.00–14.00 WAS, dan malam pukul 17.00–19.00 WAS.

Ia menambahkan, standar porsi makanan yang diberikan kepada jemaah telah ditentukan secara rinci. Menurutnya, komposisi tersebut disusun berdasarkan rekomendasi ahli gizi dari Kementerian Kesehatan dan kalangan akademisi.

“Untuk konsumsi jemaah haji tahun ini ada penambahan sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan, asupan protein meningkat dari sebelumnya 75 gram menjadi 80 gram. Begitu juga dengan nasi, dari 150 gram menjadi 170 gram. Selain itu, jemaah juga mendapatkan buah, susu, dan puding yang bervariasi setiap hari serta air mineral 600 ml," paparnya.

Jemaah diimbau untuk segera mengonsumsi makanan maksimal dua jam setelah diterima guna menjaga kualitas dan keamanan pangan.

Untuk jemaah lanjut usia, konsumsi disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan melalui koordinasi dengan ketua kloter. Dengan sistem ini, jemaah dapat lebih fokus menjalankan ibadah tanpa terganggu kebutuhan logistik harian.

“Untuk konsumsi lansia, diberikan sesuai dengan permintaan dari ketua kloter, yang kemudian disampaikan kepada petugas konsumsi di hotel," imbuhnya.

(rca)

Read Entire Article
Masyarakat | | | |